Anggota DPR Kubu Oposisi Venezuela Tewas di Penjara

Selasa, 09 Oktober 2018 - 09:42 WIB
Anggota DPR Kubu Oposisi...
Anggota DPR Kubu Oposisi Venezuela Tewas di Penjara
A A A
CARACAS - Seorang anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) Venezuala dari kubu oposisi tewas di dalam penjara pada hari Senin (8/10/2018). Politisi bernama Fernando Alban, 56, tersebut sedang dipenjara atas tuduhan terlibat upaya pembunuhan terhadap Presiden Nicolas Maduro melalui serangan drone awal Agustus lalu.

Pemerintah Presiden Maduro mengklaim Alban tewas karena bunuh diri. Namun, rekan-rekan korban dari kubu oposisi yakin Alban tewas akibat dibunuh.

Pemerintah Venezuela mengatakan anggota parlemen oposisi itu bunuh diri dengan melompat dari lantai 10 markas badan intelijen negara (SEBIN) di mana dia ditahan.

Menteri Dalam Negeri Nestor Reverol mengatakan Alban ditahan sejak Jumat pekan lalu karena diduga terlibat dalam ledakan dua pesawat tak berawak (drone) selama parade militer pada Agustus yang dipimpin oleh Presiden Nicolas Maduro.

"Saat itu dia akan dibawa ke pengadilan, ketika dia berada di ruang tunggu SEBIN, dia melompat dari jendela gedung dan jatuh, yang menyebabkan kematiannya," tulis Reverol dalam sebuah posting di Twitter.

Keterangan berbeda disampaikan Kepala Kejaksaan Tarek Saab. Menurutnya, Alban telah meminta untuk menggunakan kamar mandi dan melompat dari sana.

Namun, Partai First Justice yang merupakan partai oposisi Venezuela yakin Alban dibunuh.

"Dengan rasa sakit yang luar biasa dan kehausan akan keadilan, kami memberi tahu rakyat Venezuela bahwa anggota dewan Fernando Alban dibunuh di tangan rezim Nicolas Maduro," kata partai dalam pernyataan, seperti dikutip Reuters, Selasa (9/10/2018).

Pemimpin oposisi Julio Borges, yang memimpin delegasi ke PBB, mengatakan istri Alban mengatakan kepadanya bahwa suaminya berada di bawah tekanan kuat untuk bersaksi dalam sidang pengadilan. Sidang itu terkait dugaan rencana pembunuhan terhadap Maduro menggunakan dua drone yang memuat bahan peledak.

Lebih dari dua lusin orang telah dipenjara karena dituduh terlibat. Maduro pernah mengatakan, serangan itu diatur oleh Borges dengan dukungan Kolombia dan Amerika Seriikat.

"Tidak diragukan lagi ini adalah pembunuhan," kata Borges dalam sebuah video dari Kolombia, tempat dia mengasingkan diri. "Satu-satunya yang tersisa bagi pemerintah ini adalah penyiksaan, kekerasan dan kehancuran."
(mas)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Negara Ini Kaya Minyak,...
Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita
Terlalu Sering Menjilat,...
Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Venezuela Tukar Emas...
Venezuela Tukar Emas dengan Dolar, Dibantu UEA, Mali dan Pesawat Rusia
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
22 menit yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
1 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
2 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
2 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
3 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved