Beli S-400 Rusia Dihantui Sanksi AS, India: Kami Independen

Senin, 08 Oktober 2018 - 14:25 WIB
Beli S-400 Rusia Dihantui...
Beli S-400 Rusia Dihantui Sanksi AS, India: Kami Independen
A A A
NEW DELHI - Kesepakatan India dan Rusia soal pembelian lima unit sistem rudal pertahanan S-400 Triumf dari Moskow dihantui ancaman sanksi Amerika Serikat (AS). Namun, Kepala Angkatan Darat Jenderal Bipin Rawat menegaskan bahwa New Delhi menjalankan kebijakan independen.

Jenderal India itu juga mengungkap bahwa negaranya tertarik untuk mendapatkan helikopter Kamov dan sistem senjata lainnya dari Moskow.

AS dari awal sudah mengancam negara-negara yang membeli senjata Rusia berpotensi terkena sanksi berdasarkan undang-undangnya, Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

UU itu sejatinya dirancang hanya untuk melawan Rusia, Iran dan Korea Utara. Setelah New Delhi resmi membeli senjata pertahanan S-400 Triumf, Washington yang menganggap New Delhi sebagai mitra hanya membuat pernyataan samar. Kapan dan wujud sanksi yang berpotensi dijatuhkan pada India tak pernah diungkap secara jelas.

"Pengesahan dari Pasal 231 Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) akan dipertimbangkan pada transaksi demi transaksi. Kami tidak bisa memprediksikan keputusan sanksi apa pun," bunyi pernyataan Kedutaan Amerika Serikat di New Delhi, akhir pekan lalu.

Jenderal Rawat, yang kembali ke negaranya Sabtu malam setelah kunjungan enam hari ke Rusia, mengatakan bahwa orang-orang Kremlin sangat tertarik untuk berhubungan dengan Angkatan Darat dan pasukan pertahanan India.

"Karena mereka mengerti bahwa kami adalah tentara yang kuat, mampu berdiri untuk apa yang benar bagi kami berdasarkan pada proses pemikiran strategis kami," katanya, seperti dikutip NDTV, Senin (8/10/2018).

Dalam kunjungannya ke Rusia, Jenderal Rawat mengenang sebuah pertanyaan yang diajukan kepadanya oleh seorang perwira Angkatan Laut Moskow bahwa New Delhi tampaknya mencari ke arah Amerika, yang telah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan mengancam akan memberlakukan sanksi pembatasan terhadap New Delhi karena berbisnis senjata dengan Moskow.

Untuk hal itu, Jenderal Rawat menjawab; "Ya, kami menghargai bahwa mungkin ada sanksi terhadap kami, tetapi kami mengikuti kebijakan independen."

Jenderal Rawat juga berusaha untuk meredakan kekhawatiran Rusia atas hubungan yang berkembang dengan AS.

"Anda (Rusia) dapat yakin (bahwa) sementara kami mungkin berhubungan dengan Amerika dalam mendapatkan beberapa teknologi, tetapi kami mengikuti kebijakan independen," katanya.

"Saya mengatakan kepada mereka ketika kita berbicara sanksi dan Anda mempertanyakan sanksi, Presiden Vladimir Putin dan Perdana Menteri Narendra Modi, pada titik ini, menandatangani perjanjian pada pembelian sistem senjata S-400 meskipun ada fakta bahwa kita mungkin menghadapi tantangan dari Amerika di masa depan," ujar Jenderal Angkatan Darat India tersebut.

Rawat mengatakan India menantikan pengadaan helikopter Kamov serta sistem dan teknologi senjata lainnya dari Rusia. New Delhi, ujar dia, juga sedang mencari sistem dan teknologi berbasis ruang angkasa dari Moskow untuk meningkatkan kemampuan divisi ruang angkasanya.

"Tidak ada akhir yang terlihat untuk cara di mana kita dapat bekerja sama dengan negara Anda. Saya pikir jalan ke depan adalah untuk melihat apa yang terbaik bagi bangsa, strategis penting bagi kami," katanya.
(mas)
Berita Terkait
S-400 Rusia telah Dikirim...
S-400 Rusia telah Dikirim ke India, Amerika Serikat Marah-marah
India Mulai Dipasok...
India Mulai Dipasok Sistem Rudal S-400 Rusia Oktober
Spesialis India Mulai...
Spesialis India Mulai Berlatih Operasikan Sistem Rudal S-400 Rusia
Bos Pentagon Sambangi...
Bos Pentagon Sambangi India, Didesak Usik Pembelian S-400 Rusia
AS Isyaratkan Tak Senang...
AS Isyaratkan Tak Senang India Beli Sistem Rudal S-400 Rusia
India Berharap Dibebaskan...
India Berharap Dibebaskan AS Memperoleh Sistem Rudal S-400 Rusia
Berita Terkini
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
20 menit yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
1 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
2 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
4 jam yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
5 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved