Pasok S-300 ke Suriah, Rusia Jembatani Komunikasi Iran-Israel
Minggu, 07 Oktober 2018 - 03:53 WIB
Pasok S-300 ke Suriah, Rusia Jembatani Komunikasi Iran-Israel
A
A
A
BEIRUT - Rusia memulai upaya untuk membangun saluran komunikasi antara Israel dan Iran. Upaya ini dilakukan setelah Moskow memasok sistem rudal S-300 yang akan menyulitkan operasi pesawat-pesawat tempur Tel Aviv di negara Bashar al-Assad tersebut.
Langkah Moskow untuk menjembatani komunikasi Teheran dan Tel Aviv itu disampaikan seorang pejabat senior Rusia kepada surat kabar yang berbasis di London, Al-Sharq al-Awsat yang dilansir The Jerusalem Post, Minggu (7/10/2018).
Laporan surat kabar itu mengatakan bahwa tujuan dari upaya Moskow adalah untuk mengurangi ketegangan di kawasan Suriah dan sekitarnya, mengingat sistem pertahanan udara S-300 Rusia sudah dikerahkan untuk melindungi rezim Suriah.
Jet-jet tempur Israel selama ini menyerang Suriah untuk menargetkan aset-aset militer Iran. Namun, pemerintah Presiden Bashar al-Assad menganggap tindakan Tel Aviv itu sebagai agresi.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Vershinin menekankan bahwa transfer sistem rudal tersebut dimaksudkan untuk membawa stabilitas di wilayah Suriah ketimbang melakukan tindakan provokatif. "Suriah memiliki hak untuk membela diri," katanya.
Vershinin mengatakan bahwa Israel dan Iran harus bernegosiasi satu hari, bahkan jika itu tidak mungkin dalam waktu yang segera.
"Pertanyaannya adalah bagaimana Anda melihat diri Anda sebagai sebuah negara di kawasan ini?," ujar diplomat senior Rusia tersebut. "Pada akhirnya Anda harus bisa bernegosiasi, Anda harus belajar untuk melakukan dialog. Anda tidak bisa mengabaikannya."
Langkah Moskow untuk menjembatani komunikasi Teheran dan Tel Aviv itu disampaikan seorang pejabat senior Rusia kepada surat kabar yang berbasis di London, Al-Sharq al-Awsat yang dilansir The Jerusalem Post, Minggu (7/10/2018).
Laporan surat kabar itu mengatakan bahwa tujuan dari upaya Moskow adalah untuk mengurangi ketegangan di kawasan Suriah dan sekitarnya, mengingat sistem pertahanan udara S-300 Rusia sudah dikerahkan untuk melindungi rezim Suriah.
Jet-jet tempur Israel selama ini menyerang Suriah untuk menargetkan aset-aset militer Iran. Namun, pemerintah Presiden Bashar al-Assad menganggap tindakan Tel Aviv itu sebagai agresi.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Vershinin menekankan bahwa transfer sistem rudal tersebut dimaksudkan untuk membawa stabilitas di wilayah Suriah ketimbang melakukan tindakan provokatif. "Suriah memiliki hak untuk membela diri," katanya.
Vershinin mengatakan bahwa Israel dan Iran harus bernegosiasi satu hari, bahkan jika itu tidak mungkin dalam waktu yang segera.
"Pertanyaannya adalah bagaimana Anda melihat diri Anda sebagai sebuah negara di kawasan ini?," ujar diplomat senior Rusia tersebut. "Pada akhirnya Anda harus bisa bernegosiasi, Anda harus belajar untuk melakukan dialog. Anda tidak bisa mengabaikannya."
(mas)