Sandera 2 WNI, Kelompok Bersenjata Filipina Tuntut Rp14,4 Miliar

Selasa, 25 September 2018 - 13:22 WIB
Sandera 2 WNI, Kelompok...
Sandera 2 WNI, Kelompok Bersenjata Filipina Tuntut Rp14,4 Miliar
A A A
KINABALU - Geng bersenjata Filipina yang menculik dua warga negara Indonesia (WNI) di perairan Sabah dua minggu lalu menuntut tebusan RM4 juta (Rp14,4 miliar) untuk pembebasan mereka. Dua WNI yang diculik itu adalah nelayan.

Belum bisa dipastikan apakah geng penculik itu kelompok Abu Sayyaf atau bukan.

Komisaris Polisi Sabah, Datuk Omar Mammah, mengatakan keluarga salah satu korban menerima panggilan telepon dari salah satu penculik sekitar pukul 10.24 pagi pada 18 September 2018. Penculik minta keluarga sandera mengatur pembayaran guna menjamin kebebasan mereka.

"Istri salah satu korban, yang berada di Sulawesi, Indonesia, menerima panggilan (telepon) dari Filipina," katanya, Selasa (25/9/2018). "Tidak ada batas waktu yang ditetapkan sejauh ini (untuk pembayaran)."

"Mungkin negosiasi akan dilakukan antara beberapa pihak termasuk keluarga korban," katanya kepada wartawan pada konferensi pers di kantor polisi Sabah, Malaysia.

Omar mengatakan polisi telah menerima banyak informasi yang dapat dipercaya dari nelayan. Salah satunya, nelayan melihat perahu pompa yang diyakini milik para penculik yang masih buron.

"Kami mengintensifkan upaya keamanan dari utara Kudat ke selatan Tawau. Sejauh ini para tersangka belum mengeluarkan ancaman," katanya.

Omar mengatakan polisi sedang mempelajari kelayakan pencabutan larangan kapal pompa seperti yang disarankan oleh Parti Warisan Sabah, partai berkuasa di negara bagian itu, beberapa bulan yang lalu.

Dia mengatakan nelayan masih menggunakan perahu pompa di sepanjang garis pantai, tetapi tidak di laut terbuka.

"Kami masih menunggu keputusan dari pemerintah. Kami akan melihat pembenaran apa yang diberikan untuk penggunaan perahu pompa. Jika pemerintah terus melarang penggunaan kendaraan ini, kami akan mengikuti keputusan mereka dan menegakkan hukum," katanya, seperti dikutip The Star.

Dua nelayan Indonesia diculik oleh kelompok bersenjata di lepas pantai Semporna selama jam malam sekitar pukul 01.00 dini hari pada 11 September 2018.
(mas)
Berita Terkait
Negara yang Paling Lama...
Negara yang Paling Lama Dijajah, Semuanya Ada di Asia
China Hadapi Berbagai...
China Hadapi Berbagai Tantangan Perihal Klaim Seluruh Laut China Selatan
Edgepoint Bangun 15.000...
Edgepoint Bangun 15.000 Menara Telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Filipina
Malaysia Keok, Timnas...
Malaysia Keok, Timnas Indonesia Satu-satunya Tim ASEAN yang Lolos Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Media Malaysia Prediksi...
Media Malaysia Prediksi Ranking Timnas Indonesia Melesat Jika ....
Beda dengan Indonesia...
Beda dengan Indonesia dan Malaysia, Filipina Dukung Aliansi AUKUS untuk Lawan China
Berita Terkini
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
40 menit yang lalu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
2 jam yang lalu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
3 jam yang lalu
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
3 jam yang lalu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
4 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved