AS kepada Korut: Denuklirisasi Dahulu 'Imbalan' Kemudian

Jum'at, 21 September 2018 - 11:41 WIB
AS kepada Korut: Denuklirisasi...
AS kepada Korut: Denuklirisasi Dahulu 'Imbalan' Kemudian
A A A
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan denuklirisasi Pyongyang harus didahulukan sebelum Washington memberikan tindakan timbal balik yang sesuai.

Ketika ditanya tentang permintaan Pyongyang yang diajukan selama pertemuan puncak antar-Korea yang baru selesai atau langkah-langkah yang sesuai untuk membongkar komplek nuklirnya, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert: "Tidak ada yang dapat terjadi tanpa adanya denuklirisasi. Denuklirisasi harus dilakukan terlebih dahulu."

"Denuklirisasi adalah sesuatu yang harus dilakukan," tegas Nauert.

"Setiap kali kita memiliki pemerintah kita duduk dan berbicara dengan pemerintah mereka, bahwa kita mendapatkan Presiden Moon berbicara dengan Ketua Kim, itu adalah langkah ke arah yang benar; langkah ke arah yang benar untuk memulai dialog reguler," imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa untuk memungkinkan inspektur dari AS dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam pembongkaran nuklir oleh Korut, tindakan yang tidak disebutkan dalam surat yang ditandatangani selama pertemuan antar-Korea di Pyongyang, adalah bagian dari pemahaman bersama.

"Setiap kali Anda memiliki situasi nuklir seperti ini di mana ada pembongkaran harapannya adalah bahwa inspektur IAEA akan menjadi bagian dari itu," tambahnya.

"Sanksi harus terus ditegakkan untuk mencapai denuklirisasi," kata Nauert.

Selama kunjungannya ke Pyongyang, Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in mengadakan pembicaraan dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. KTT antar-Korea adalah yang ketiga dalam setahun ini, menyusul yang diadakan pada bulan April dan Mei lalu.

Para pemimpin tertinggi dari dua Korea menandatangani Deklarasi Pyongyang yang merupakan langkah lebih lanjut menuju denuklirisasi Semenanjung Korea. Deklarasi itu juga berisi langkah-langkah konkrit untuk mengakhiri tindakan bermusuhan di dekat daerah perbatasan antar-Korea.

Moon mengatakan bahwa Kim telah menyatakan harapannya untuk segera mengadakan pertemuan puncak kedua dengan Presiden AS Donald Trump selama KTT antar-Korea di Pyongyang.

Moon mengatakan dia juga berharap bahwa dialog Korut-AS akan dilanjutkan dengan cepat, mencatat bahwa kondisi yang diciptakan melalui pertemuan puncak Pyongyang untuk memulai kembali pembicaraan antara Korut dan AS.
(ian)
Berita Terkait
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Korea Utara Bersiap...
Korea Utara Bersiap Ledakkan Jalan-jalan Menuju Korea Selatan
AS Bersumpah Bela Korea...
AS Bersumpah Bela Korea Selatan Jika Terjadi Agresi Korea Utara
Anaknya Ditahan Korut,...
Anaknya Ditahan Korut, Ini Curhat Ibu Tentara AS
Berita Terkini
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
24 menit yang lalu
Rusia Intensifkan Serangan,...
Rusia Intensifkan Serangan, Sekjen NATO Justru Berkunjung ke Ukraina
1 jam yang lalu
Jadi Target Rudal dan...
Jadi Target Rudal dan Drone Iran, Bahrain dan Kuwait Siaga Penuh
2 jam yang lalu
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
3 jam yang lalu
Drone dan Rudal Merusak...
Drone dan Rudal Merusak Bandara Kuwait, Beberapa Orang Terluka, Penerbangan Terganggu
3 jam yang lalu
5 Alasan Perseteruan...
5 Alasan Perseteruan AS dan Israel, Netanyahu Tak Bisa Dikendalikan
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved