Dua Alasan Ini Bikin Jong-un Ingin Kembali Bertemu Trump

Jum'at, 21 September 2018 - 08:41 WIB
Dua Alasan Ini Bikin...
Dua Alasan Ini Bikin Jong-un Ingin Kembali Bertemu Trump
A A A
SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, ingin melakukan pertemuan untuk kedua kalinya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Tujuannya adalah mempercepat denuklirisasi dan mengakhiri Perang Korea 1950-53 pada tahun ini.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in.

Moon mengatakan ia dan Jong-un menghabiskan sebagian besar pertemuan puncak selama tiga hari membahas bagaimana mematahkan kebuntuan dan memulai kembali pembicaraan nuklir antara Pyongyang dan Washington. Kebuntuan ini dipicu oleh perbedaan mana yang harus didahulukan, denuklirisasi atau mengakhiri perang.

Kim Jong-un mengatakan Korut bersedia secara permanen membongkar fasilitas rudal utamanya di hadapan para ahli dari luar, dan kompleks nuklir utama Yongbyon, jika Amerika Serikat mengambil tindakan timbal balik.

Menurut Moon, pernyataan bersama dari pertemuan tersebut menegaskan komitmen Kim pada pembongkaran yang dapat dibuktikan dan tidak dapat dipulihkan dari program nuklir dan mengakhiri perang akan menjadi langkah timbal balik AS pertama.

"Ketua Kim menyatakan keinginannya bahwa ia ingin menyelesaikan denuklirisasi dengan cepat dan fokus pada pembangunan ekonomi," kata Moon pada konferensi pers di Seoul, tak lama setelah kembali dari KTT dengan Kim di Pyongyang.

"Dia berharap KTT kedua dengan Trump akan berlangsung dalam waktu dekat, untuk memindahkan proses denuklirisasi dengan cepat," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/9/2018).

Moon mengatakan Jong-un juga terbuka untuk inspeksi lokasi uji coba nuklir di kota barat laut Punggye-ri, yang disebutnya sebagai satu-satunya fasilitas nuklir bawah tanah Korut.

Jong-un berjanji untuk bekerja menuju "denuklirisasi menyeluruh Semenanjung Korea" selama dua pertemuan dengan Moon dan pertemuannya dengan Trump. Tetapi negosiasi tindak lanjut tentang bagaimana menerapkan komitmen tersebut sejak itu tersendat.

Washington menyerukan tindakan nyata, seperti pengungkapan penuh fasilitas nuklir dan rudal Korut, sebelum memenuhi tuntutan utama Pyongyang, termasuk berakhirnya perang secara resmi dan berkurangnya sanksi internasional.

Perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai. Ini berarti pasukan PBB yang dipimpin AS, termasuk Korsel, secara teknis masih berperang dengan Korut.

Namun ada kekhawatiran di Korsel dan AS bahwa mengakhiri perang pada akhirnya akan mendorong China dan Rusia, jika bukan Korut, untuk menuntut agar Komando PBB (UNC), yang tumpang tindih dengan pasukan AS di Korsel, dibubarkan dan pergi.

Seoul bertujuan untuk bersama-sama mengumumkan dengan AS mengakhiri perang dalam tahun ini. Moon mengatakan akan berdiskusi dengan Trump soal ini ketika mereka bertemu pekan depan di Majelis Umum PBB di New York.

"Deklarasi akhir perang tidak akan mempengaruhi kehadiran pasukan AS dan UNC di Selatan," ujar Moon, menambahkan bahwa Jong-un telah berbagi pandangannya.

"Ini akan menjadi deklarasi politik yang akan menandai titik awal untuk negosiasi perdamaian," sambungnya.

"Perjanjian perdamaian akan disegel, serta normalisasi hubungan Korea Utara-AS, setelah Korea Utara mencapai denuklirisasi menyeluruh,” tandasnya.
(ian)
Berita Terkait
Lewat Twitter, Trump...
Lewat Twitter, Trump Ngaku Senang Lihat Kim Jong Un Kembali dan Sehat
Kim Jong-un Kembali...
Kim Jong-un Kembali Tampil di Depan Publik, Trump Bungkam Seribu Bahasa
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Misteri Kesehatan Kim...
Misteri Kesehatan Kim Jong-un, Trump: Saya Tahu Keadaannya
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Klaim Kim Jong-un...
Trump Klaim Kim Jong-un Perlihatkan Kepala Paman usai Mengeksekusinya
Berita Terkini
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
1 jam yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
2 jam yang lalu
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
3 jam yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
4 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
5 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
6 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved