Iran Siap Pertahankan Kesepakatan Nuklir Selama Minyaknya Terjual

Minggu, 16 September 2018 - 04:39 WIB
Iran Siap Pertahankan...
Iran Siap Pertahankan Kesepakatan Nuklir Selama Minyaknya Terjual
A A A
BERLIN - Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif mengatakan, perjanjian nuklir 2015 bukan urusan cinta tetapi kompromi. Teheran akan tetap dalam perjanjian, bahkan tanpa Amerika Serikat (AS), selama minyaknya dibeli dan mendapatkan penghasilan.

"Kesepakatan itu bukan urusan cinta tetapi kompromi yang masuk akal," ujar Zarif mengatakan kepada majalah Spiegel Jerman.

"Republik Islam akan terus berpegang pada kesepakatan selama itu memenuhi kepentingan kami," tegas diplomat top Iran itu.

Dikatakan oleh Zarif, sangat penting bahwa Iran mampu menjual minyak dalam jumlah yang wajar dan mendapatkan transfer yang masuk akal. Sementara Teheran ingin bekerja sama dalam investasi, ilmu pengetahuan, teknologi tinggi dan perdagangan, minyak dan perbankan adalah indikator penting tentang seberapa efisien kesepakatan nuklir 2015.

Iran dan enam kekuatan utama dunia - Rusia, China, AS, Inggris, Prancis, dan Jerman - mencapai kesepakatan penting setelah lebih dari sepuluh tahun perundingan on-off. Di bawah Donald Trump, yang mencapnya sebagai kesepakatan terburuk yang pernah ada, AS keluar dari kesepakatan itu. AS juga menjatuhkan sanksi terhadap Teheran.

Namun, penandatangan lainnya tidak mengikuti jejal AS. Pada musim semi tahun ini, Perdana Menteri Inggris Theresa May, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel mempelopori dorongan baru agar kesepakatan tetap utuh. Para pemimpin setuju bahwa itu adalah cara terbaik untuk menetralkan ancaman Iran yang bersenjata nuklir.

Pada bulan Juni, Uni Eropa merilis pernyataan bersama, bersikeras bahwa menjaga kesepakatan nuklir dengan Iran adalah masalah menghormati perjanjian internasional dan masalah keamanan internasional. Brussels juga berjanji untuk melindungi perusahaan-perusahaan Eropa yang melakukan bisnis dengan Iran dari dampak Sanksi ekstra-teritorial AS.

"Orang-orang Eropa dan penandatangan lainnya harus bekerja untuk mengkompensasi sanksi AS," ucap Zarif.

"Sangat penting bahwa Eropa harus melakukannya bukan untuk Iran, tetapi untuk kedaulatannya sendiri dan kepentingan ekonomi jangka panjang," ia menawarkan seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (16/9/2018).

Sebelumnya, Zarif menyatakan bahwa bergabung dengan kesepakatan itu mungkin merupakan kesalahan strategis di pihak Iran.

"Tapi masalahnya adalah kami merasa bahwa Amerika Serikat telah belajar bahwa, setidaknya sejauh menyangkut Iran, sanksi memang menghasilkan kesulitan ekonomi, tetapi tidak menghasilkan hasil politik yang mereka inginkan untuk mereka hasilkan," katanya.

“Saya pikir orang-orang Amerika telah mempelajari pelajaran itu. Sayangnya, saya salah,” katanya kepada Nick Paton Walsh dari CNN.
(ian)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
Rouhani Sebut Iran Dapat...
Rouhani Sebut Iran Dapat Perkaya Uranium Hingga 90%
Iran Tolak Pertemuan...
Iran Tolak Pertemuan dengan AS di Wina
Berita Terkini
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
1 jam yang lalu
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
2 jam yang lalu
10 Tambang Batu Bara...
10 Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia, Indonesia Menyumbang 4 Lokasi
2 jam yang lalu
Asap Kebakaran Hutan...
Asap Kebakaran Hutan Kanada Serbu New York, Trump Ancam Beri Tarif Baru
3 jam yang lalu
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
6 jam yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved