Penembakan dan Ledakan Guncang Markas Besar Minyak Libya

Senin, 10 September 2018 - 17:19 WIB
Penembakan dan Ledakan...
Penembakan dan Ledakan Guncang Markas Besar Minyak Libya
A A A
TRIPOLI - Beberapa pria bersenjata menyerang markas besar National Oil Corporation (NOC) di Ibu Kota Libya, Tripoli, Senin (10/9/2018). Selain penembakan, beberapa ledakan juga terdengar.

Baku tembak kian nyaring terdengar tak lama setelah pasukan keamanan pemerintah yang berbasis di Tripoli tiba di markas besar NOC.

"Tiga atau lima orang bersenjata sedang menembak di dalam gedung," kata seorang staf NOC kepada Reuters dalam kondisi anonim. Staf itu melompat keluar dari jendela untuk melarikan diri.

"Beberapa orang tertembak," ujarnya.

Belum ada pihak maupun kelompok yang mengklaim serangan tersebut. Beberapa petugas pemadam kebakaran dan ambulans berdatangan ke kompleks markas NOC, di mana beberapa korban luka dibawa keluar dari gedung.

Menurut seorang saksi mata, beberapa jendela kaca gedung markas besar NOC hancur dan beberapa orang terluka.

Saksi itu mengatakan, pasukan keamanan pemerintah sengaja menghancurkan jendela kaca sehingga staf kantor bisa melarikan diri.

Asap tebal terlihat membumbung ke udara ketika pasukan keamanan mengambil posisi siaga di sekitar markas besar NOC. Jalan-jalan di sekitarnya ditutup. Otoritas setempat belum memberikan keterangan resmi terkait kemungkinan adanya korban jiwa dalam serangan hari ini.

Sejak awal bulan ini, bentrokan bersenjata antar-kelompok militan yang bersaing pecah di Tripoli.

Pada bulan Mei lalu, para milisi yang berafiliasi dengan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim serangan mematikan terhadap kantor komisi pemilihan nasional di Tripoli.

Kelompok itu juga mengklaim serangan pada tahun 2015 di hotel Corinthia di Tripoli.

Libya luluh lantak sejak invasi NATO mendukung penggulingan rezim Muammar Khaddafi oleh warganya tahun 2011. Invasi yang dipimpin Amerika Serikat itu diluncurkan atas tuduhan Khaddafi memiliki senjata pemusnah massal. Tuduhan itu sampai kini masih diragukan.
(mas)
Berita Terkait
Negara yang Pernah Diinvasi...
Negara yang Pernah Diinvasi Amerika Serikat
Italia: Membiarkan Muammar...
Italia: Membiarkan Muammar Gaddafi Dibunuh, Barat Bikin Kesalahan Besar
Penyebab Muammar Gaddafi...
Penyebab Muammar Gaddafi Dibunuh, antara Kemarahan Rakyat Libya dan Perintah Prancis
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
7 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
8 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
9 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
10 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
11 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
12 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved