PBB Desak Mesir Cabut Vonis Hukuman Mati Massal

Senin, 10 September 2018 - 12:07 WIB
PBB Desak Mesir Cabut...
PBB Desak Mesir Cabut Vonis Hukuman Mati Massal
A A A
JENEWA - Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Michelle Bachelet mendesak pengadilan banding Mesir mencabut vonis hukuman mati secara massal oleh pengadilan rendah.

Bachelet menganggap vonis itu tidak adil. Dia pun mengkritik kekebalan hukum yang di miliki para pejabat keamanan senior di Mesir. Pengadilan Mesir pada Sabtu (8/9) membacakan vonis hukuman mati pada 75 orang, termasuk para pemimpin Islam terkait unjuk rasa 2013. Saat unjuk rasa itu pasukan keamanan Mesir membunuh ratusan demonstran.

“Jika diterapkan, hukuman itu akan menjadi kejahatan yang tak dapat diubah lagi,” kata Bachelet dikutip kantor berita Reuters.

Para terdakwa itu tidak memiliki hak mendapatkan pengacara individual dan menunjukkan bukti untuk menyangkal berbagaituduhan. “Tuntut anitu tidak menyediakan cukup bukti untuk membuktikan kesalahan individual,” kata Ba chelet.

Mereka yang mendapat vonis hukuman mati termasuk para pemimpin Ikhwanul Muslimin (IM) Essam al-Erian, Mohamed Beltagi, dan Safwat Higazi. Vonis itu termasuk hukuman penjara pada lebih 600 orang lainnya, juga pengadilan massal pada mereka yang dituduh melakukan pembunuhan dan menyulut kekerasan selama unjuk rasa di lapangan Rabaa Adawiya, Kairo, oleh kelompok IM.

Keputusan pengadilan itu dapat diajukan banding dalam 60 hari. Vonis pengadilan itu dibacakan di kompleks penjara Tora, selatan Kairo. Lapangan Rabaa menjadi insiden tunggal paling mematikan dalam kerusuhan setelah pemimpin Mesir Hosni Mubarak digulingkan pada 2011.

Unjuk rasa itu terjadi beberapa pekan setelah militer mengudeta Presiden Mesir Mohamed Mursi yang terpilih pertama kali melalui pemilu secara demokratis. Kelompok HAM menyatakan lebih dari 800 demonstran tewas dalam unjuk rasa itu. Amnesty International juga mengecam vonis pengadilan tersebut.

“Mereka yang dihukum penjara termasuk warga Amerika Serikat Moustafa Kassem,” kata kelompok HAM Pretrial Rights International.

AS merupakan aliansi terdekat Mesir dan salah satu pendonor terbesar bagi Kairo. Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi bertemu Kepala Komando Pusat AS Jenderal Joseph Votel saat kedua negara menggelar latihan militer gabungan di lepas pantai Mediterania Mesir.
(don)
Berita Terkait
Swiss Usulkan Denda...
Swiss Usulkan Denda Rp15 Juta Bagi Pelanggar Larangan Burqa
Hasil Serbia vs Swiss:...
Hasil Serbia vs Swiss: 4 Gol Tercipta di Babak Pertama!
Perempuan Penjaga Bonbin...
Perempuan Penjaga Bonbin Swiss Tewas Diterkam Harimau Siberia
Ada Masalah Teknis,...
Ada Masalah Teknis, Pesawat Menlu Swiss Mendarat di Moskow
Peneliti Swiss Temukan...
Peneliti Swiss Temukan Konsentrasi Kecil Covid-19 di Air Limbah
Kehebatan Jet Tempur...
Kehebatan Jet Tempur F/A-18 Hornet, Bisa Mendarat di Jalan Raya
Berita Terkini
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
31 menit yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
53 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
1 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
3 jam yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 jam yang lalu
Infografis
Iran Serukan Hukuman...
Iran Serukan Hukuman Mati untuk PM Benjamin Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved