Rusia Tuduh Jet Tempur AS Jatuhkan Bom Fosfor Putih di Suriah

Senin, 10 September 2018 - 07:10 WIB
Rusia Tuduh Jet Tempur...
Rusia Tuduh Jet Tempur AS Jatuhkan Bom Fosfor Putih di Suriah
A A A
WASHINGTON - Militer Rusia mengatakan dua jet tempur F-15 Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan bom fosfor putih di sebuah kota di Provinsi Deir Ez-Zor, Suriah. Pentagon langsung membantah tuduhan penggunaan senjata terlarang tersebut.

Menurut Pusat Rekonsilasi Rusia di Suriah, kota Hajin dibom dengan bom fosfor putih pada hari Sabtu. Pengunaan senjata yang dilarang di bawah Konvensi Jenewa itu menyebabkan kebakaran besar-besaran.

"Setelah serangan, kebakaran besar terlihat di daerah itu," kata Letnan Jenderal Vladimir Savchenko, Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah pada hari Minggu. Menurutnya, belum ada informasi tentang korban jiwa akibat pemboman tersebut.

Penggunaan amunisi pembakar di wilayah penduduk sipil dilarang oleh Protokol III Konvensi 1980 tentang Senjata Konvensional Tertentu. AS menandatangani kembali protokol itu pada tahun 2009.

Sementara itu, juru bicara Pentagon Sean Robertson menyangkal jika dua jet tempur AS menjatuhkan bom fosfor putih di kota Hajin.

"Saat ini, kami belum menerima laporan apapun tentang penggunaan fosfor putih," katanya, seperti dikutip Reuters, Senin (10/9/2018).

"Tak satu pun unit militer di daerah itu yang dilengkapi dengan amunisi fosfor putih dalam bentuk apa pun," ujarnya.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan koalisi internasional anti-ISIS yang dipimpin AS telah menggunakan amunisi fosfor putih selama konflik Suriah. Bom-bom itu bisa membuat asap putih tebal dan digunakan sebagai alat pembakar. Mereka mengkritik penggunaan amunisi di zona penduduk sipil karena dapat membunuh dan melukai dengan cara membakar orang hingga ke tulang.

Koalisi pernah mengakui melakukan serangan udara pada Juli di Suriah timur, di mana sisa-sisa militan ISIS atau Islamic State bersembunyi.

Tuduhan Moskow itu muncul di saat ketegangan AS dan Rusia memanas dalam beberapa hari terakhir. Pemicunya adalah karena pemerintahan Donald Trump mempertimbangkan opsi militer jika Suriah mengabaikan peringatan AS terhadap penggunaan senjata kimia dalam serangan yang di Idlib. Provinsi Idlib merupakan daerah kantong pemberontak terbesar terakhir yang hendak diserang rezim Suriah.

Jet-jet tempur Rusia dan Suriah kembali meluncurkan serangan di Idlib dan Hama pada hari Minggu setelah pertemuan trilateral; Rusia-Iran-Turki, gagal menyetujui gencatan senjata.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
3 jam yang lalu
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
5 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
8 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
10 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
10 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
11 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved