Rusia: Provokasi Serangan Senjata Kimia di Suriah Masuki Tahap Akhir
Minggu, 09 September 2018 - 09:53 WIB
Rusia: Provokasi Serangan Senjata Kimia di Suriah Masuki Tahap Akhir
A
A
A
MOSKOW - Teroris di kota Idlib telah hampir menyelesaikan persiapan mereka untuk melakukan provokasi serangan senjata kimia. Hal itu diungkapkan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov.
Menurut Konashenkov, pemimpin kelompok teroris Tahrir al-Sham, Gerakan Islam Turkistan dan perwakilan dari White Helmets bertemu di Idlib pada 7 September untuk mengoordinasikan partisipasi mereka dalam operasi false flag mendatang.
"Skenario untuk pembuatan film 'insiden' dengan dugaan penggunaan zat beracun oleh pasukan pemerintah Suriah terhadap warga sipil di pemukiman Jisr Al-Shugur, Serakab, Taftanaz, dan Sarmin akhirnya disepakati selama pertemuan," ujar Konashenkov.
"Kesiapan penuh semua peserta yang terlibat dalam provokasi yang akan dipentaskan pada 8 September malam harus dipastikan. Sinyal awal untuk fase praktis provokasi teroris di provinsi Idlib akan menjadi tugas tim khusus dari beberapa 'teman asing dari Revolusi Suriah',” imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (9/9/2018).
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa teroris Tahrir al-Sham sedang mempersiapkan provokasi di provinsi Idlib barat Suriah untuk menuduh Damaskus menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil. Sementara Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Prancis mengatakan pada Agustus lalu bahwa mereka akan merespon dengan tepat untuk penggunaan lebih lanjut dari senjata kimia oleh rezim Suriah.
Provinsi Idlib adalah benteng tersisa dari kelompok pemberontak di negara itu, yang juga merupakan salah satu zona de-eskalasi Suriah. Presiden Suriah Bashar al-Assad sebelumnya menggarisbawahi bahwa pembebasan provinsi ini adalah salah satu prioritas untuk operasi militer Suriah.
Menurut Konashenkov, pemimpin kelompok teroris Tahrir al-Sham, Gerakan Islam Turkistan dan perwakilan dari White Helmets bertemu di Idlib pada 7 September untuk mengoordinasikan partisipasi mereka dalam operasi false flag mendatang.
"Skenario untuk pembuatan film 'insiden' dengan dugaan penggunaan zat beracun oleh pasukan pemerintah Suriah terhadap warga sipil di pemukiman Jisr Al-Shugur, Serakab, Taftanaz, dan Sarmin akhirnya disepakati selama pertemuan," ujar Konashenkov.
"Kesiapan penuh semua peserta yang terlibat dalam provokasi yang akan dipentaskan pada 8 September malam harus dipastikan. Sinyal awal untuk fase praktis provokasi teroris di provinsi Idlib akan menjadi tugas tim khusus dari beberapa 'teman asing dari Revolusi Suriah',” imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (9/9/2018).
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa teroris Tahrir al-Sham sedang mempersiapkan provokasi di provinsi Idlib barat Suriah untuk menuduh Damaskus menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil. Sementara Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Prancis mengatakan pada Agustus lalu bahwa mereka akan merespon dengan tepat untuk penggunaan lebih lanjut dari senjata kimia oleh rezim Suriah.
Provinsi Idlib adalah benteng tersisa dari kelompok pemberontak di negara itu, yang juga merupakan salah satu zona de-eskalasi Suriah. Presiden Suriah Bashar al-Assad sebelumnya menggarisbawahi bahwa pembebasan provinsi ini adalah salah satu prioritas untuk operasi militer Suriah.
(ian)