Jaksa Saudi Tuntut Ulama Salman Al-Odah dengan Hukuman Mati

Rabu, 05 September 2018 - 00:29 WIB
Jaksa Saudi Tuntut Ulama...
Jaksa Saudi Tuntut Ulama Salman Al-Odah dengan Hukuman Mati
A A A
RIYADH - Para jaksa Arab Saudi menuntut hukuman mati terhadap seorang ulama terkemuka, Salman Al-Odah, yang ditangkap tahun lalu. Ulama yang berafiliasi dengan Serikat Internasional untuk Cendekiawan Muslim tersebut dituduh memimpin organisasi teroris.

Tuduhan yang sejatinya dirahasiakan pengadilan itu bocor ke tangan para aktivis hak asasi manusia. Tuntutan tidak dibacakan pada awal persidangan. Sebaliknya, pada hari Selasa (4/9/2018), jaksa negara menyampaikan 37 tuduhan terhadap Odah, termasuk tuduhan "memimpin kelompok teroris" dan "menghasut opini publik untuk menentang penguasa".

Salman Al-Odah ditahan pada September 2017. Menteri Luar Negeri Adel Al-Jubeir mengatakan pada saat itu bahwa kumpulan kelompok ulama, pengusaha dan intelektual yang beragam telah ditargetkan orang-orang yang mendorong agenda ekstremis dengan bantuan dana asing.

"Jaksa Agung Saudi menuduh ayah saya @salman_alodah dari 37 tuduhan dan menuntut hukuman mati," tulis putra terdakwa, Abdullah, di Twitter, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (4/9/2018) malam.

Menurut Abdullah, beberapa tuduhan terhadap ayahnnya terkait dengan komentar yang di-posting di Twitter. Ulama itu memiliki 14 juta pengikut atau follower di Twitter.

Pusat Komunikasi Internasional Pemerintah Arab Saudi tidak segera menanggapi permintaan dari media untuk berkomentar.

Tindakan keras otoritas Saudi ini dilaporkan di bawah pengaruh Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam mengekang perbedaan pendapat. Langkah itu telah melemahkan usahanya untuk menjadikan dirinya sebagai sosok modernis yang mencoba membuka ekonomi Arab Saudi dan melonggarkan beberapa pembatasan sosial.

Pada tahun lalu, pemerintah telah menangkap puluhan ulama, akademisi, penulis, pengusaha dan jurnalis dari berbagai spektrum politik. Pada bulan Mei, beberapa perempuan aktivis hak asasi manusia terkemuka di negara itu juga ditangkap dan dituduh bekerja sama dengan entitas asing yang tidak disebutkan.

Pada awal bulan ini, Abdullah menulis di Twitter bahwa kesehatan ayahnya telah memburuk sejak dia dipenjara. Dia menuduh pihak berwenang mengabaikan kesehatan ayahnya dan melakukan sidang secara rahasia, tanpa kehadiran pengacara atau organisasi independen.

Al-Odah saat ini berusia sekitar 60-an tahun. Saat masih muda, dia dikenal sebagai pemimpin gerakan kebangkitan Islam Arab Saudi, yang menyerukan reformasi politik yang didasarkan pada Islam.

Setelah dikagumi oleh Osama bin Laden sang pendiri al-Qaeda, dia dipenjarakan pada tahun 1990-an karena menentang pemerintah. Namun, dia kemudian memoderasi pandangannya untuk mengecam ekstremisme.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
16 menit yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
55 menit yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
1 jam yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
3 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
4 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
4 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved