Lavrov Tegaskan Suriah Berhak Buru Teroris di Idlib
Jum'at, 31 Agustus 2018 - 22:45 WIB
Lavrov Tegaskan Suriah Berhak Buru Teroris di Idlib
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyatakan, pemerintah Suriah punya hak untuk memburu para teroris di Idlib dan memaksa mereka keluar dari wilayah yang masih dikuasai pemberontak tersebut.
Lavrov, yang berbicara saat melakukan wawancara dengan media setempat menuturkan, saat ini pembicaraan tentang membuat sebuah koridor kemanusiaan di wilayah Idlib tengah berlangsung.
"Komunikasi antara Rusia dan AS tentang Suriah terjadi secara "real time", dan Rusia tidak memiliki rencana untuk menyembunyikan tindakannya di Suriah," ucap Lavrov, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (31/8).
Sebelumnya, saat melakukan kunjungan ke Moskow, Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem, menyatakan pasukan pemerintah Suriah akan habis-habisan dalam melancarkan operasi di Idlib. Dia menyebut, sasaran utama Damaskus adalah militan al-Nusra.
Moualem dalam pernyataannya juga menyebut, Suriah tidak akan menggunakan senjata kimia dalam serangan apa pun dan menegaskan Damaskus sudah tidak memiliki lagi senjata semacam itu. "Suriah juga akan berusaha menghindari adanya korban warga sipil dalam serangan tersebut," ucap Moualem.
Lavrov, yang berbicara saat melakukan wawancara dengan media setempat menuturkan, saat ini pembicaraan tentang membuat sebuah koridor kemanusiaan di wilayah Idlib tengah berlangsung.
"Komunikasi antara Rusia dan AS tentang Suriah terjadi secara "real time", dan Rusia tidak memiliki rencana untuk menyembunyikan tindakannya di Suriah," ucap Lavrov, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (31/8).
Sebelumnya, saat melakukan kunjungan ke Moskow, Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem, menyatakan pasukan pemerintah Suriah akan habis-habisan dalam melancarkan operasi di Idlib. Dia menyebut, sasaran utama Damaskus adalah militan al-Nusra.
Moualem dalam pernyataannya juga menyebut, Suriah tidak akan menggunakan senjata kimia dalam serangan apa pun dan menegaskan Damaskus sudah tidak memiliki lagi senjata semacam itu. "Suriah juga akan berusaha menghindari adanya korban warga sipil dalam serangan tersebut," ucap Moualem.
(esn)