Rusia Bersiap Latihan Perang Terbesar sejak Perang Dingin

Rabu, 29 Agustus 2018 - 06:58 WIB
Rusia Bersiap Latihan...
Rusia Bersiap Latihan Perang Terbesar sejak Perang Dingin
A A A
MOSKOW - Rusia akan mengadakan latihan perang terbesarnya sejak Perang Dingin berakhir. Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan memantau manuver besar-besaran Moskow yang akan berlangsung 11-15 September 2018 tersebut.

Dinamai sebagai latihan perang Vostok-2018, tentara China dan Mongolia ikut dilibatkan.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan, hampir 300.000 pasukan akan dikerahkan dalam manuver besar-besaran di wilayah Rusia tengah dan timur. Lebih dari 1.000 pesawat militer, dua armada laut Rusia juga dilibatkan.

"Latihan itu berada dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya baik dalam hal wilayah yang dicakup maupun dalam hal jumlah kekuatan militer," katanya, dalam sebuah pernyataan hari Selasa, yang dikutip Reuters, Rabu (29/8/2018).

"Bayangkan 36.000 peralatan militer bergerak bersama pada saat yang sama; tank, pengangkut personel lapis baja, kendaraan tempur infanteri. Dan semua ini, tentu saja, dalam kondisi yang sedekat mungkin dengan pertempuran," lanjut Shoigu.

Latihan perang akan berlangsung pada saat ketegangan antara Barat dan Rusia sedang memanas. Moskow sudah berkali-kali menyatakan keprihatinannya dengan penumpukan kekuatan NATO di dekat wilayah negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu.

NATO berdalih meningkatkan kekuatannya di Eropa Timur untuk menghalangi aksi militer Rusia setelah Moskow menganeksasi Crimea dari Ukraina pada 2014 dan mendukung pemberontakan pro-Rusia di Ukraina timur.

Latihan tempur besar-besaran Rusia juga cenderung mengecewakan Jepang, yang sebelumnya mengeluhkan penumpukan kekuatan militer Rusia di Asia-Pasifik.

Kantor berita Xinhua melaporkan, Beijing berencana mengirim 3.200 tentara dan sekitar 900 unit senjata tempur untuk latihan Vostok-2018.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan latihan perang seperti itu sangat penting. "Kemampuan negara untuk mempertahankan diri dalam situasi internasional saat ini, yang sering agresif dan tidak ramah terhadap negara kita, berarti (itu) dibenarkan," kata Peskov.

Sementara itu, juru bicara NATO, Dylan White, mengatakan Rusia telah memberi tahu aliansi mengenai rencana latihan perang itu sejak bulan Mei dan NATO akan mengawasinya.

Rusia sendiri memang mengundang para atase militer dari negara-negara NATO yang bermarkas di Moskow untuk memantau latihan perang.

"Semua negara memiliki hak untuk melatih angkatan bersenjata mereka, tetapi penting bahwa ini dilakukan secara transparan dan dapat diprediksi," kata White.

"Vostok menunjukkan fokus Rusia dalam melakukan konflik berskala besar. Ini cocok dengan pola yang telah kita lihat selama beberapa waktu: Rusia yang lebih tegas, secara signifikan meningkatkan anggaran pertahanan dan kehadiran militernya."
(mas)
Berita Terkait
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
Rusia dan China Tak...
Rusia dan China Tak Tertarik Hidupkan Blok Timur Buat Saingi NATO
Biden Galang Dukungan...
Biden Galang Dukungan G7 dan NATO, China: Amerika Serikat Sakit!
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
38 menit yang lalu
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
4 jam yang lalu
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
6 jam yang lalu
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
7 jam yang lalu
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 jam yang lalu
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved