Lebih dari 100 Kerangka Manusia Ditemukan di Kuburan Massal Sri Lanka

Rabu, 29 Agustus 2018 - 06:09 WIB
Lebih dari 100 Kerangka...
Lebih dari 100 Kerangka Manusia Ditemukan di Kuburan Massal Sri Lanka
A A A
KOLOMBO - Para penyelidik mengatakan mereka telah menggali lebih dari 100 kerangka dari kuburan massal di kota Mannar, Sri Lanka utara. Wilayah itu adalah lokasi gerilyawan Tamil dan pasukan Sri Lanka bentrok selama 26 tahun perang sipil di negara tersebut.

Lebih banyak mayat yang ditemukan setiap hari dari lokasi, yang sudah menjadi kuburan massal terbesar yang ditemukan di negara tersebut. Sekitar 50% dari parit itu masih harus digali.

"Kami telah menemukan 101 orang dan sudah memindahkan 96 tengkorak individu dari parit," kata Raj Somadeva, seorang arkeolog yang bekerja di situs tersebut seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (29/8/2018).

Tidak seperti kuburan massal yang sebelumnya ditemukan di pusat kota Matale, di mana mayat-mayat itu diletakkan dengan rapi di samping satu sama lain, jasad di Mannar tampaknya telah dibuang, membuat proses mengidentifikasi tulang-belulang individu menjadi lebih sulit.

"Sebanyak 10 kerangka tampak milik remaja," jelas Somadeva. Tim juga menemukan keramik tembikar, potongan-potongan porselen dan benda-benda logam yang bisa menjadi perhiasan.

Jasad-jasad, ditemukan sekitar tiga meter di bawah tanah, akan menjalani analisis forensik untuk menentukan berapa banyak orang yang dikuburkan dan kapan mereka meninggal. Pengadilan memerintahkan penggalian pada bulan Mei setelah para pekerja tersandung tulang saat menggali fondasi untuk sebuah bangunan.

Penggalian ini didanai oleh Kantor Orang Hilang, sebuah lembaga pemerintah yang didirikan pada tahun 2016 untuk melacak lebih dari 20.000 orang yang diperkirakan telah hilang selama perang sipil, terutama pertempuran antara pemerintah dan militan nasionalis Tamil.

Pasukan pemerintah secara teratur dituduh melakukan penculikan dan pembunuhan besar-besaran selama perang. Kelompok separatis Tamil termasuk Macan Tamil juga dituduh melakukan kekejaman terhadap warga sipil dan pejuang oposisi.

Perang berakhir pada 2009 dengan serangkaian serangan kejam oleh militer Sri Lanka. PBB memperkirakan 40.000 warga sipil tewas dalam minggu-minggu terakhir konflik dan menuduh kedua pihak melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang "mengerikan".

Kelompok hak asasi manusia telah berspekulasi bahwa mungkin ada puluhan kuburan massal di Sri Lanka. Lebih dari 150 mayat ditemukan pada tahun 2012 di sebuah rumah sakit pemerintah di Matale. Seorang hakim menggambarkan situs tersebut sebagai tempat kejadian perkara, dan menyebut mayat-mayat itu sebagai bukti, menunjukkan bahwa mereka mungkin dikubur selama pemberontakan pemberontak kiri melawan pemerintah.

Kuburan massal lainnya ditemukan di Mannar pada bulan Februari 2014. Para pekerja yang bersiap-siap memasang pipa air menemukan lebih dari 30 kerangka terkubur di dekat kuil yang terkenal.

Ada juga contoh keluarga yang tersandung di kuburan massal di kebun mereka di bekas daerah konflik.

PBB memperkirakan bahwa antara 80.000 dan 100.000 orang tewas selama konflik di Sri Lanka.
(ian)
Berita Terkait
Sri Lanka Mencekam,...
Sri Lanka Mencekam, Lautan Demonstran Serbu Kantor Perdana Menteri Sri Lanka
Ranil Wickremesinghe...
Ranil Wickremesinghe Duduki Kursi Presiden Sri Lanka yang Baru
Rumahnya Diserbu Ratusan...
Rumahnya Diserbu Ratusan Ribu Pendemo yang Marah, Presiden Sri Lanka Kabur
Pengunjuk Rasa Bobol...
Pengunjuk Rasa Bobol Istana Presiden dan PM Sri Lanka
Jelajahi Keindahan Sejarah...
Jelajahi Keindahan Sejarah dan Budaya Sri Lanka, Perjalanan Istimewa dengan Nuansa Mewah
Ranil Wickeremesinghe...
Ranil Wickeremesinghe Terpilih menjadi Presiden Sri Lanka
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
1 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
3 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
4 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
6 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
6 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
8 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved