Negosiasi Denuklirisasi Terhenti, AS Hidupkan Kembali Latihan Gabungan

Rabu, 29 Agustus 2018 - 01:33 WIB
Negosiasi Denuklirisasi...
Negosiasi Denuklirisasi Terhenti, AS Hidupkan Kembali Latihan Gabungan
A A A
WASHINGTON - Menteri Keamanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis mengatakan pihaknya tidak berencana untuk menghentikan lebih banyak latihan militer gabungan dengan Korea Selatan (Korsel). Pernyataan ini muncul seiring kemajuan diplomatik denuklirisasi Korea Utara (Korut) tampaknya telah terhenti.

"Kami tidak memiliki rencana untuk menangguhkan lebih banyak latihan lagi," kata Mattis, menambahkan bahwa Pentagon belum membuat keputusan tentang latihan tahunan utama yang diperkirakan tahun depan.

“Kami akan membuat keputusan tentang itu dengan berkonsultasi dengan Negara,” jelasnya seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (29/8/2018).

Mattis mengatakan ia bekerja dalam koordinasi dengan upaya diplomatik Menteri Luar Negeri Michael Pompeo.

"Itu semua diletakkan di bahu Menteri Pompeo," katanya, tetapi juga mengisyaratkan bahwa latihan berskala lebih kecil akan terus berlanjut.

Dalam respon yang jelas terhadap upaya pelatihan rutin seperti itu, Korea Utara (Korut) telah meningkatkan kritik baru-baru ini. Pyongyang mengatakan pasukan AS telah melakukan latihan militer secara diam-diam untuk sebuah invasi.

"Keputusan AS tahun ini untuk menangguhkan latihan-latihan gabungan utama adalah tindakan dengan itikad baik untuk meningkatkan upaya diplomatik Presiden Donald Trump," ucap Mattis.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump telah membatalkan kunjungan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ke Pyongyang. Trump menilai tidak ada kemajuan yang cukp dari Korut untuk melakukan denuklirisasi.

Pada bulan Juni lalu, Trump memutuskan untuk menghentikan latihan perang AS-Korsel. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa Pemimpin Korut Kim Jong-un ingin menyelesaikan denuklirisasi.

"Saya percaya padanya," imbuhnya.

Dalam bulan-bulan awal sejak Trump dan Kim bertemu di Singapura, AS telah berjuang untuk menunjukkan tanda-tanda kemajuan dalam upaya untuk membuat Korut membongkar program senjata nuklirnya. Pompeo mengakui di hadapan Senat baru-baru ini bahwa rezim Kim terus memproduksi bahan fisil dan tidak memberikan inventarisasi program nuklir dan fasilitasnya.

AS telah melakukan latihan militer di semenanjung Korea sejak pertengahan 1950-an dan beberapa operasi dilakukan bersama dengan Korsel setiap tahun. Pentagon menyebut latihan perang bersama ini untuk memastikan kedua pasukan dapat bekerja sama dalam hal terjadi serangan.

Latihan tahunan, terpisah dari program pelatihan reguler, telah lama membuat marah para pemimpin Korut.
(ian)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
2 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
4 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
4 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
5 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
6 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
7 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved