Soal Pemotongan Dana Bantuan oleh AS, Palestina: Bentuk Pemerasan Murahan

Minggu, 26 Agustus 2018 - 18:18 WIB
Soal Pemotongan Dana...
Soal Pemotongan Dana Bantuan oleh AS, Palestina: Bentuk Pemerasan Murahan
A A A
RAMALLAH - Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyatakan keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memotong dana bantuan kepada Palestina adalah bentuk pemerasan murahan.

“Pemerintah AS menunjukkan penggunaan pemerasan murahan sebagai alat politik. Rakyat dan kepemimpinan Palestina tidak akan diintimidasi dan tidak akan menyerah pada pemaksaan. Hak-hak rakyat Palestina tidak untuk dijual," kata Komite Eksekutif PLO, Hanan Ashraw, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (26/8).

Hal senada diungkapkan oleh juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rdeneh yang mengatakan langkah itu merupakan bagian dari tekanan politik dan keuangan yang berkelanjutan terhadap kepemimpinan Palestina. Ia mengatakan, AS harus sepenuhnya sadar bahwa tidak akan ada perdamaian tanpa Yerusalem timur sebagai Ibu Kota negara Palestina

Seperti diketahui, Pemerintahan Donald Trump mengatakan, memotong bantuan bilateral ke Palestina setelah melakukan peninjauan dana untuk proyek-proyek di Tepi Barat dan Gaza. Dana itu nantinya akan dialihkan ke proyek prioritas tinggi di tempat lain.

Kementerian Luar Negeri AS memberi tahu Kongres tentang keputusan itu dalam pemberitahuan singkat, tiga paragraf yang dikirim terlebih dahulu kepada anggota parlemen dan kemudian kepada wartawan pada hari Jumat. Langkah ini muncul ketika Trump dan staf para penasihat Timur Tengahnya, Jared Kushner dan Jason Greenblatt, di kantor mereka untuk mempersiapkan peluncuran rencana perdamaian yang jauh lebih jelas bagi Israel dan Palestina.

Satu masalah utama yang dimiliki AS dengan dukungan untuk Otoritas Palestina adalah tunjangan yang dibayarkan kepada keluarga warga Palestina yang terbunuh, terluka atau dipenjara karena serangan terhadap Israel. Israel dan pemerintahan Trump, telah berulang kali menuntut agar pembayaran-pembayaran dari apa yang disebut "dana para martir" dihentikan karena mereka mendorong terorisme. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak untuk melakukannya.

Namun, beberapa mantan pejabat AS mengatakan bahwa mengurangi dana bantuan ke Palestina hanya akan memperkuat rival Abbas yang lebih radikal dalam gerakan militan Hamas yang memerintah Gaza.
(esn)
Berita Terkait
Timnas Palestina Tiba...
Timnas Palestina Tiba di Indonesia, Yel-Yel Ahlan Wa Sahlan Menggema
Palestina Desak Belanda...
Palestina Desak Belanda Mengakui Negara Palestina
Aksi Bela Palestina,...
Aksi Bela Palestina, Ratusan Nelayan Mabak Gelar Aksi di Lautan Merak
Ikut Aksi Bela Palestina,...
Ikut Aksi Bela Palestina, Hidayat Nur Wahid Minta Prabowo Tegas Bela Kemerdekaan Palestina
Ribuan Warga Kembali...
Ribuan Warga Kembali ke Rumah Mereka meski Kota Gaza telah Hancur
Brigade Jenin Tolak...
Brigade Jenin Tolak Serahkan Senjata, Rakyat Palestina Ingin Akhiri Perang Saudara
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
10 menit yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
35 menit yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
8 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
10 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
10 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
12 jam yang lalu
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved