Potong Dana Bantuan, Palestina Sebut AS Lakukan Pemerasan

Sabtu, 25 Agustus 2018 - 12:05 WIB
Potong Dana Bantuan,...
Potong Dana Bantuan, Palestina Sebut AS Lakukan Pemerasan
A A A
YERUSALEM - Pejabat tinggi Palestina menyebut Amerika Serikat (AS) melakukan pemerasan detelah Departemen Luar Negeri mengumumkan akan memotong dana bantuan sebesar Rp2,9 triliun.

"Pemerintahan saat ini telah menghancurkan visi dan hubungan AS dengan Palestina selama beberapa dekade," ujar utusan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) untuk AS, Husam Zomlot, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Times of Israel, Sabtu (25/8/2018).

Menurut Zomlot setelah pengakuan terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan membekukan dana untuk badan PBB bagi pengungsi Palestina (UNRWA), itu adalah sebuah konfirmasi untuk meninggalkan solusi dua negara dan sepenuhnya merangkul agenda anti perdamaian Netanyahu.

"Menjadikan bantuan kemanusiaan dan pembangunan sebagai senjata pemerasan politik tidak akan bekerja," tegas Zumlot.

"Hanya komitmen ulang dari pemerintahan ini terhadap kebijakan lama AS yang telah lama dicapai untuk mencapai perdamaian melalui solusi dua negara berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur, Ibu Kota negara Palestina, dan menghormati resolusi serta hukum internasional yang akan memberikan jalan ke depan," ujarnya menambahkan.

Pernyataan Zumlot diamini oleh Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif PLO, yang juga menyebut AS melakukan pemerasan murahan.

"Rakyat dan kepemimpinan Palestina tidak akan diintimidasi dan tidak akan menyerah pada pemaksaan," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Tidak ada kemuliaan dalam terus menerus menggertak dan menghukum orang-orang di bawah pendudukan," imbuhnya.

"Pemerintah AS telah menunjukkan spirit kejahatan dalam kolusi dengan pendudukan Israel dan pencurian tanah dan sumber daya," lanjut Ashrawi.

"Sekarang ini adalah kekejaman ekonomi dengan menghukum para korban Palestina dari pendudukan ini," tukasnya.

Pemerintah Amerika Serikat memangkas dana bantuan untuk Palestina lebih dari USD200 juta atau lebih dari Rp2,9 triliun.

Dana yang dipotong itu diarahkan untuk program kesehatan dan pendidikan, serta inisiatif untuk membuat pemerintahan Palestina lebih efisien. Dana tersebut digunakan baik di Tepi Barat yang dikelola oleh pemerintah Palestina dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Ini bukan pertama kalinya Trump telah memangkas bantuan jangka panjang yang terikat dengan Palestina. Pada bulan Januari, Gedung Putih mengumumkan bahwa pihaknya juga akan menahan Rp947 triliun bantuan kepada badan bantuan PBB untuk Palestina, UNRWA.
(ian)
Berita Terkait
Massa Aksi Solidaritas...
Massa Aksi Solidaritas Palestina Segel Kedubes Amerika Serikat
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Profil Angelina Jolie,...
Profil Angelina Jolie, Artis Amerika Serikat yang Mendukung Palestina
Paul Findley: Amerika...
Paul Findley: Amerika Serikat adalah Dermawan Israel
Berita Terkini
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
33 menit yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
1 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
1 jam yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
7 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
11 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved