Turki: AS Tidak Tertarik untuk Menyelesaikan Masalah
Senin, 20 Agustus 2018 - 04:47 WIB
Turki: AS Tidak Tertarik untuk Menyelesaikan Masalah
A
A
A
ANKARA - Amerika Serikat (AS) tidak tertarik untuk menyelesaikan masalah bilateral dengan Turki. Hal itu dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.
"Tampaknya AS tidak ingin menyelesaikan masalah bilateral kami. Mereka lebih suka mengeksploitasi dan memperpanjang masalah ini sampai pemilihan (tengah semester) mendatang," katanya seperti dikutip dari Xinhua, Senin (20/8/2018).
Diplomat Turki terkemuka itu berpendapat bahwa negaranya telah mengadopsi pendekatan konstruktif untuk menyelesaikan perselisihan antara sekutu NATO itu atas penahanan seorang pastor Amerika, tetapi gagal mendapatkan imbalan menerima sikap yang sama dari pemerintah AS.
"Pemerintahan AS lebih suka menggunakan bahasa ancaman daripada beralih ke diplomasi," cetus Cavusoglu, mengklaim bahwa Turki tidak memiliki masalah dengan rakyat Amerika, yang juga telah melihat kenyataan.
Cavusoglu juga menyatakan bahwa AS tidak dapat membatalkan secara sepihak perjanjiannya dengan Ankara terkait pesawat tempur F-35. Ia mengacu pada rencana Kongres AS untuk memblokir Turki dari menerima pengiriman jet modern itu sebagai bagian dari program pengembangan bersama multinasional.
Mata uang Turki lira telah jatuh ke rekor terendah dalam beberapa pekan terakhir karena pertikaian dengan AS atas penahanan Andrew Brunson, yang dituduh melakukan spionase dan terorisme. Kasusnya telah menjadi titik fokus konflik perdagangan antara Washington dan Ankara.
Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi pada produk logam Turki dan dua menteri pemerintah. Ankara membalas dengan menaikkan tarif tinggi pada beberapa produk AS.
"Tampaknya AS tidak ingin menyelesaikan masalah bilateral kami. Mereka lebih suka mengeksploitasi dan memperpanjang masalah ini sampai pemilihan (tengah semester) mendatang," katanya seperti dikutip dari Xinhua, Senin (20/8/2018).
Diplomat Turki terkemuka itu berpendapat bahwa negaranya telah mengadopsi pendekatan konstruktif untuk menyelesaikan perselisihan antara sekutu NATO itu atas penahanan seorang pastor Amerika, tetapi gagal mendapatkan imbalan menerima sikap yang sama dari pemerintah AS.
"Pemerintahan AS lebih suka menggunakan bahasa ancaman daripada beralih ke diplomasi," cetus Cavusoglu, mengklaim bahwa Turki tidak memiliki masalah dengan rakyat Amerika, yang juga telah melihat kenyataan.
Cavusoglu juga menyatakan bahwa AS tidak dapat membatalkan secara sepihak perjanjiannya dengan Ankara terkait pesawat tempur F-35. Ia mengacu pada rencana Kongres AS untuk memblokir Turki dari menerima pengiriman jet modern itu sebagai bagian dari program pengembangan bersama multinasional.
Mata uang Turki lira telah jatuh ke rekor terendah dalam beberapa pekan terakhir karena pertikaian dengan AS atas penahanan Andrew Brunson, yang dituduh melakukan spionase dan terorisme. Kasusnya telah menjadi titik fokus konflik perdagangan antara Washington dan Ankara.
Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi pada produk logam Turki dan dua menteri pemerintah. Ankara membalas dengan menaikkan tarif tinggi pada beberapa produk AS.
(ian)