Menlu Iran Bantah Bakal Bertemu Pompeo

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 15:53 WIB
Menlu Iran Bantah Bakal...
Menlu Iran Bantah Bakal Bertemu Pompeo
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, tidak ada rencana pertemuan dengan para pejabat Amerika Serikat (AS) termasuk koleganya Menteri Luar Negeri Mike Pompeo di Majelis Umum PBB. Demikia laporan yang diturunkan kantor berita Tasnim.

Ditanya tentang kemungkinan pertemuan dengan para pejabat AS, termasuk Pompeo, di sela-sela Sidang Umum PBB, Zarif mengatakan: "Tidak, tidak ada pertemuan seperti itu direncanakan. Kami telah berulang kali mengumumkan posisi kami," kutip Al Arabiya dari Tasnim, Sabtu (11/8/2018).

Awal pekan ini, AS memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran sejalan dengan keputusan Presiden Donald Trump menarik keluar dari kesepakatan 2015 tentang program nuklir Iran.

“Ini adalah sanksi paling menggigit yang pernah diberlakukan, dan pada bulan November mereka naik ke tingkat lain. Siapa pun yang berbisnis dengan Iran tidak akan berbisnis dengan Amerika Serikat. Saya meminta perdamaian dunia, tidak kurang!” cuit Trump dalam akun Twitternya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo menyatakan, Washington akan terus menjatuhkan sanksi kepada Iran, sampai Iran dapat menjadi sebuah "negara normal".

Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan bahwa Amerika Serikat pada hari Selasa waktu setempat akan mengaktifkan banyak sanksi terhadap sektor keuangan dan industri Iran.

Tindakan ini akan membawa sanksi AS terhadap Iran ke level yang setara dengan yang terjadi sebelum kesepakatan multilateral yang dicapai pada tahun 2015.

Presiden AS Donald Trump menarik AS dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 8 Mei lalu sementara para penandatangan lainnya bersumpah untuk tetap berkomitmen terhadapnya.

Sanksi pertama menargetkan pembelian uang kertas AS, perdagangan emas dan logam mulia lainnya, serta penggunaan grafit, batu bara, aluminium, dan baja pada proses industri Teheran. Mereka juga mempengaruhi transaksi terkait dengan Rial Iran, penerbitan utang negara, dan sektor otomotif negara itu.

Putaran sanksi lainnya, yang akan diberlakukan ulang pada bulan November, berlaku di sektor pelabuhan Iran, sektor energi dan pengiriman, transaksi terkait perminyakan, dan transaksi asing dengan Bank Sentral Iran, menurut pernyataan itu.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
18 menit yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
1 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
2 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
3 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
5 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
7 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved