Rusia Ancam Akan Melarang Penjualan Mesin Roketnya ke AS

Jum'at, 10 Agustus 2018 - 05:49 WIB
Rusia Ancam Akan Melarang...
Rusia Ancam Akan Melarang Penjualan Mesin Roketnya ke AS
A A A
MOSKOW - Rusia mengancam akan melarang penjualan mesin roket kunci ke Amerika Serikat sebagai tanggapan terhadap sanksi baru dari Washington. Sanksi dijatuhkan setelah Moskow dituduh terlibat serangan racun Novichok terhadap mantan agen ganda Kremlin, Sergei Skripal, di Inggris.

Ancaman disuarakan Sergei Ryabukhin, Ketua Komite Anggaran di Majelis Tinggi Parlemen Rusia. Dia menyebut pengumuman Washington soal penjatuhan sanksi kepada Moskow sebagai perilaku yang paling menjengkelkan dan sinis di pasar.

Dia menyerukan Presiden Vladimir Putin untuk merespons seperti ancaman yang dia gagas.

"Amerika Serikat akhirnya perlu memahami bahwa tidak ada gunanya berkelahi dengan Rusia, termasuk dengan bantuan sanksi," katanya, seperti dikutip Telegraph, Jumat (10/8/2018).

Dia mengatakan, Rusia dapat secara khusus menghentikan ekspor mesin roket RD-180 ke Washington. Mesin itu menggerakkan tahap awal dari roket Atlas 5 yang dibuat oleh Boeing dan Lockheed Martin.

Para anggota parlemen di Washington pernah melarang impor mesin roket itu tahun 2014. Namun, larangan dicabut secara parsial karena peluncuran satelit militer dan mata-mata AS bergantung pada RD-180.

Sejak diperkenalkan pada tahun 2002, roket Atlas 5 telah membawa pesawat ruang angkasa X-37B yang jadi andalan Washington untuk misis penjelajahan permukaan Mars.

Pesawat ruang angkasa itu dijadwalkan untuk membawa astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dalam penerbangan berawak pertama pada 2019 setelah beberapa kali mengalami penundaan.

Perusahaan produsen RD-180 milik negara Rusia mengatakan pada akhir bulan lalu bahwa mereka telah menandatangani kontrak untuk mengirim enam mesin lagi ke Amerika Serikat hingga 2020.

Sanksi baru AS akan berlaku akhir bulan ini dan dirancang untuk mencegah perusahaan negara Rusia untuk mengakses persenjataan, bantuan keuangan atau teknologi yang terkait dengan keamanan nasional AS.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan sanksi AS itu benar-benar ilegal dan sangat tidak dapat diterima jika dikaitkan dengan kasus Skripal. Menurutnya, Inggris mengabaikan seruan Rusia untuk penyelidikan bersama.

"Sekali lagi kami menyangkal dalam hal terkuat tuduhan tentang kemungkinan hubungan negara Rusia dengan apa yang terjadi di Salisbury," kata Peskov. “Ini tidak mungkin. Rusia tidak memiliki, dan tidak memiliki koneksi dengan penggunaan senjata kimia."

Perwakilan Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dmitry Polyansky, menyebut sanksi itu sebagai "teater yang absurd" dengan alasan bahwa Washington telah melewatkan pengumpulan bukti untuk menyalahkan semua yang ada di Rusia, tidak peduli seberapa absurdnya itu.
(mas)
Berita Terkait
AS dan Inggris Bongkar...
AS dan Inggris Bongkar Metode Peretasan oleh Mata-mata Rusia
Rusia: Kacamata Pintar...
Rusia: Kacamata Pintar Facebook Bisa Jadi Alat Mata-mata Amerika Serikat
Penyelidikan Inggris:...
Penyelidikan Inggris: Putin Dalang Serangan Racun Ganas Novichok terhadap Eks Mata-mata Rusia!
Rusia Tolak Ultimatum...
Rusia Tolak Ultimatum AS Soal Perjanjian Mata-mata Open Skies
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Angkatan Udara Rusia...
Angkatan Udara Rusia Cegat Pesawat Mata-mata AS di Laut Hitam
Berita Terkini
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
15 menit yang lalu
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
1 jam yang lalu
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
2 jam yang lalu
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
3 jam yang lalu
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
7 jam yang lalu
Iran Klaim Belum Gunakan...
Iran Klaim Belum Gunakan Semua Senjata Andalannya
8 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved