Tiga Pemerkosa Anak di Yaman Ditembak lalu Digantung di Crane

Jum'at, 10 Agustus 2018 - 00:22 WIB
Tiga Pemerkosa Anak...
Tiga Pemerkosa Anak di Yaman Ditembak lalu Digantung di Crane
A A A
SANAA - Tiga terpidana paedofil di Yaman dieksekusi tembak kemudian jasadnya digantung di crane yang berada di lapangan umum. Ketiga terpidana pria itu dinyatakan bersalah telah memerkosa dan membunuh seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun.

Eksekusi di depan publik itu berlangsung Rabu, 8 Agustus 2018 di Sanaa. Ketiganya diketahui telah menyiksa korban sebelum mencekiknya hingga tewas. Jasad anak itu disembunyikan di sebuah rumah kosong.

Mengutip laporan Daily Mirror, semalam (9/8/2018), ketiga paedofil yang dieksekusi regu tembak diketahui bernama Abdul Jalil al-Ashhab, 19, Mohammed Said al-Uqri, 27, dan Ghaleb al-Rashdi, 19.

Jasad ketiga paedofil yang digantung di crane menjadi tontonan publik. Selama eksekusi berlangsung, ketiganya mengenakan pakaian tahanan warna biru.

Menurut laporan media lokal, ketiga terpidana ditembak lima kali di dada. Jasad ketiganya sengaja digantung di crane agar menjadi peringatan kepada orang lain untuk tidak melakukan kejahatan serupa.

Kejahatan ketiga pria itu berlangsung pada Oktober tahun lalu. Korban diculik ketika sedang menuju rumah neneknya. Bocah sepuluh tahun itu lantas diborgol dan diserang di sekolah terdekat.

Jasad bocah kecil itu ditemukan empat hari kemudian.

Eksekusi bagi pemerkosa anak dengan cara seperti itu bukan yang pertama kali terjadi di Yaman. Pada Agustus 2017, seorang pria bernama Hussein al-Saket, 22, menjalani eksekusi serupa karena memerkosa dan membunuh seorang gadis empat tahun.

Saket dibawa ke Tahrir Square di Sanaa. Awalnya dia dipaksa tengkurap di atas tanah, kemudian diberondong dengan senapan AK-47 dan jasadnya digantung di crane.

Ali Ayedh, paman korban, saat itu tidak menyangka jika Saket adalah pelaku kejahatan."Saket ambil bagian dalam pencarian gadis itu sebelum membuka kedoknya," katanya.

Menurutnya, eksekusi di depan publik akan bertindak sebagai pencegah bagi orang lain untuk melakukan kejahatan yang sama.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
34 menit yang lalu
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
1 jam yang lalu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
2 jam yang lalu
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
3 jam yang lalu
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
3 jam yang lalu
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Kalahkan Haaland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved