California Diamuk Kebakaran Terbesar dalam Sejarah

Selasa, 07 Agustus 2018 - 12:00 WIB
California Diamuk Kebakaran...
California Diamuk Kebakaran Terbesar dalam Sejarah
A A A
LOS ANGELES - Kompleks Mendocino dilanda kebakaran terbesar dalam sejarah California, Senin waktu setempat, ketika api mengamuk di ujung selatan Hutan Nasional Mendonico. Sementara para pemadam tengah berjuang agar api tidak menerjang ke pemukiman di kaki bukit.

"The Mendocino Complex Fire, terdiri dari dua kebakaran terpisah yang bergabung, meluas hingga 114.800 hektar dan masih terus bertambah," kata Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/8/2018).

Kebakaran yang melampaui Thomas Fire, yang membakar 114.078 hektar di Santa Barbara dan Ventura County pada 2017 lalu, diperkirakan akan terus berlanjut karena kondisi cuaca.

"Sayangnya, mereka tidak akan mendapatkan istirahat dalam waktu dekat," kata ahli meteorologi Dinas Cuaca Nasional Brian Hurley tentang petugas pemadam kebakaran yang telah memotong jalur penyangga sekitar 30 persen dari kobaran api.

"Ini cukup panas dan kering, dan itu akan tetap seperti itu," imbuhnya.

Hurley mengatakan suhu bisa mencapai 43 Celcius di California Utara selama beberapa hari ke depan dengan angin kencang yang mengipasi api.

Kompleks Mendocino, yang telah menghancurkan 75 rumah dan memaksa ribuan orang melarikan diri, adalah yang terbesar dari delapan kebakaran hutan besar yang terbakar di luar kendali California. Ini mendorong Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyatakan "bencana besar" di negara bagian itu.

Sebanyak hampir 3.900 orang melawan kebakaran di Kompleks Mendocino, termasuk awak dari Arizona, Washington dan Alaska.

Sekitar 200 tentara dari Batalion Brigade Insinyur ke-14 di Pangkalan Bersama Lewis-McChord dekat Tacoma, Washington, juga dipanggil untuk membantu dalam salah satu musim kebakaran paling merusak yang tercatat.

Pada hari Minggu, 140 manajer pemadam kebakaran dan spesialis dari Australia dan Selandia Baru menjalani pelatihan khusus dan mengeluarkan peralatan keselamatan di Pusat Kebakaran Interagensi Nasional di Boise sebelum dikerahkan ke kebakaran di Pacific Northwest dan California.

"Para kru yang bertempur di Kompleks Mendocino Senin memusatkan perhatian untuk menjaga api agar tidak menerobos garis api di punggung bukit di atas komunitas perbukitan Nice, Lucerne, Glen Haven, dan Clearlake Oaks," kata Tricia Austin, juru bicara Cal Fire.

"Jika itu harus dilakukan di luar garis yang mereka miliki di punggung bukit, itu bisa menyapu ke dalam komunitas-komunitas itu, itulah yang kami coba cegah," terangnya.

Di tempat lain di California, evakuasi diperintahkan untuk kabin di lembah-lembah Hutan Nasional Cleveland di Orange County pada Senin sore setelah api berkobar dan dengan cepat menyebar untuk menghanguskan sekitar 283 hektar.

The Carr Fire - yang telah membakar 66.047,5 hektardi wilayah Shasta-Trinity yang indah di utara Sacramento sejak terjadi pada 23 Juli - 45 persen berhasil dijinakkan.

The Carr Fire telah menyebabkan tujuh kematian, termasuk seorang penjaga PG&E Jay Ayeta (21), yang perusahaan mengatakan pada hari Minggu tewas dalam kecelakaan kendaraan saat ia bekerja dengan kru di medan berbahaya.

"Kebakaran hutan di California diperbesar dan diperburuk oleh undang-undang lingkungan yang buruk yang tidak mengizinkan sejumlah besar air yang tersedia untuk dimanfaatkan dengan semestinya," tulis Trump di Twitter.

Juru bicara Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California menolak mengomentari tweet Trump tetapi mengatakan bahwa awaknya tidak kekurangan air untuk memadamkan api.

Aktivis lingkungan dan beberapa politisi mengatakan intensitas musim kebakaran di negara dapat dikaitkan dengan perubahan iklim.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
32 menit yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
1 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
1 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
2 jam yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
4 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved