Orang-orang Bersenjata Serang Mobil Dubes AS di Bangladesh

Senin, 06 Agustus 2018 - 04:47 WIB
Orang-orang Bersenjata...
Orang-orang Bersenjata Serang Mobil Dubes AS di Bangladesh
A A A
DHAKA - Sekelompok pria bersenjata menyerang konvoi mobil yang membawa Duta Besar (Dubes) AS untuk Bangladesh di Ibu Kota Dhaka. Dubes Marcia Bernicat dan tim keamanannya berhasil lolos tanpa cedera, tetapi dua mobil rusak.

Serangan itu terjadi ketika ribuan mahasiswa dan siswa sekolah melanjutkan aksi protes selama seminggu yang menyerukan jalan raya yang lebih aman.

Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan orang pada hari Minggu (5/8/2018). Setidaknya 50 pemrotes juga terluka dalam serangan jalanan.

Media lokal melaporkan bahwa aktivis politik yang tergabung dalam partai yang memerintah memukuli para mahasiswa yang berbaris menuju kantor mereka.

Para mahasiswa menuntut untuk mengetahui mengapa para pemrotes diserang pada hari Sabtu, dalam bentrokan yang menyebabkan puluhan orang terluka.

Duta Besar AS mengutuk kekerasan itu.

"Tidak ada yang bisa membenarkan serangan brutal dan kekerasan selama akhir pekan terhadap ribuan orang muda yang telah secara damai melaksanakan hak demokratis mereka," bunyi pernyataan di halaman Facebook kedutaan AS.

"Demonstrasi damai pekan lalu yang mendukung keselamatan kendaraan dan jalan yang lebih baik, yang dipimpin oleh mahasiswa dan siswa sekolah di seluruh Bangladesh, telah bersatu dan menangkap imajinasi seluruh negeri," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari BBC, Senin (6/8/2018).

Obaidul Quader, sekretaris jenderal Liga Awami, mengatakan kepada wartawan bahwa aktivis partai bertindak membela diri ketika para siswa menyerang lebih dulu.

"Apakah kita akan mencium mereka jika mereka maju ke kantor Liga Awami?" katanya.

Pejabat pemerintah telah menyerukan diakhirinya aksi protes. Perdana Menteri Sheikh Hasina mendesak para demonstran untuk tinggal di rumah.

"Apa pun yang mereka lakukan sudah cukup," katanya, seraya menambahkan bahwa polisi telah memulai kampanye seminggu untuk membuat jalan raya lebih disiplin.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan memperingatkan bahwa kesabaran aparat penegak hukum dengan para pengunjuk rasa semakin tipis.

"Bahkan kami memiliki batas. Kami akan mengambil tindakan jika batas itu terlampaui," katanya.

Mahasiswa dan siswa sekolah turun ke jalan dengan damai setelah seorang anak lelaki dan perempuan tewas ditabrak oleh bus yang melaju pada Minggu lalu, meskipun ada seruan berulang kali dari pemerintah agar mereka kembali ke rumah.

Selama dua hari terakhir, orang-orang yang tidak dikenal dengan helm membawa tongkat dan batang logam telah menyerang para pengunjuk rasa dan jurnalis. Media lokal menyalahkan kelompok yang terkait dengan Liga Awami.

Para saksi mengatakan kepada BBC bahwa setiap orang yang ditemukan merekam bentrokan, termasuk wartawan, telah dipukuli dan peralatan mereka dihancurkan.

Pemerintah memblokir layanan internet 3G dan 4G selama 24 jam pada Sabtu malam untuk menanggapi protes. Para mahasiswa dan siswa sekolah menyebut hal ini dilakukan untuk menghentikan mereka mengatur dan menyebarkan aksi mereka.

Para pengunjuk rasa, beberapa berusia 13 tahun, telah menghentikan lalu lintas di jalan-jalan yang tersumbat di Dhaka untuk memeriksa kendaraan. Mereka memeriksa dokumen para pengemudi sebelum membiarkan mereka mengemudi.
(ian)
Berita Terkait
Mirip di Indonesia,...
Mirip di Indonesia, Begini Suasana Mudik di Bangladesh
Bangladesh Diharapkan...
Bangladesh Diharapkan Menjalani Transisi ke Pemerintahan Baru dengan Damai
Depot Kontainer Meledak,...
Depot Kontainer Meledak, Lima Tewas dan Ratusan Terluka
Jenderal Waker-Uz-Zaman,...
Jenderal Waker-Uz-Zaman, Panglima Militer yang Enggan Berkuasa
Timnas Indonesia Ditahan...
Timnas Indonesia Ditahan Imbang Bangladesh
Peneliti Ungkap Covid-19...
Peneliti Ungkap Covid-19 Telah Bermutasi Hampir 600 Kali di Bangladesh
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
5 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved