Paus Terima Pengunduran Diri Kardinal AS Terkait Skandal Seks

Minggu, 29 Juli 2018 - 05:27 WIB
Paus Terima Pengunduran...
Paus Terima Pengunduran Diri Kardinal AS Terkait Skandal Seks
A A A
VATIKAN - Pemimpin Vatikan Paus Fransiskus menerima pengunduran diri seorang kardinal terkemuka di Amerika Serikat (AS). Kardinal Theodore McCarrick mundur setelah dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang remaja sekitar lima dekade silam.

McCarrick, 88, yang sebelumnya menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik Washington, semula diskors dari tugas pelayanan publik pada bulan Juni. Skorsing dijatuhkan setelah dewan peninjau menemukan bukti "kredibel" bahwa dia telah menyerang seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun saat dia bekerja sebagai imam Katolik di New York pada awal 1970-an.

Vatikan, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, mengatakan bahwa Paus Fransiskus telah menerima surat McCarrick yang mempresentasikan pengunduran dirinya sebagai anggota "College of Cardinals".

"Paus Fransiskus menerima pengunduran dirinya dari kardinal dan telah memerintahkan penangguhannya dari pelaksanaan setiap pelayanan publik, bersama dengan kewajiban untuk tinggal di sebuah rumah yang belum diindikasikan kepadanya, untuk hidup berdoa dan penebusan dosa sampai tuduhan yang dibuat terhadap dia diperiksa dalam persidangan kanonik," bunyi pernyataan Vatikan, dikutip Reuters, Minggu (29/7/2018).

Kurt Martens, seorang ahli hukum kanon di Universitas Katolik Amerika, mengatakan ini adalah pertama kalinya perintah penebusan dosa dan doa telah dikeluarkan sebelum pengadilan gereja berlangsung.

McCarrick adalah salah satu kardinal Amerika yang paling aktif di panggung internasional. Tuduhan pelecehan seksual terhadapnya diumumkan pada bulan Juni oleh Kardinal Timothy Dolan, uskup agung New York saat ini.

Dolan mengatakan bahwa badan forensik independen sudah melakukan penyelidikan penuh atas tuduhan tersebut.

Pada saat itu, McCarrick merilis pernyataan yang mempertahankan ketidakbersalahannya. Namun, dia menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dalam penyelidikan kasus tersebut.

"Saya sama sekali tidak ingat tentang pelecehan yang dilaporkan ini, dan percaya pada ketidakbersalahan saya," katanya kala itu."Saya minta maaf atas rasa sakit orang yang membawa tuduhan."
(mas)
Berita Terkait
Paus Francis Serukan...
Paus Francis Serukan Rekonsiliasi Nasional di Amerika Serikat
Profil Robert Prevost,...
Profil Robert Prevost, Paus Pertama dari Amerika Serikat
Profil Paus Leo XIV,...
Profil Paus Leo XIV, Penerus Paus Fransiskus dari Amerika Serikat
Protes Aneksasi Tepi...
Protes Aneksasi Tepi Barat, Vatikan Panggil Dubes AS dan Israel
Robert Prevost, Paus...
Robert Prevost, Paus Pertama dari Amerika Serikat
Vatikan Tegaskan Penduduk...
Vatikan Tegaskan Penduduk Palestina Harus Tetap Tinggal di Tanahnya
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
3 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
4 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
5 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
6 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
6 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved