Eks Bos Intel Malaysia Bakal Laporkan Kasus Surat Najib untuk CIA
Sabtu, 28 Juli 2018 - 10:37 WIB
Eks Bos Intel Malaysia Bakal Laporkan Kasus Surat Najib untuk CIA
A
A
A
KUALA LUMPUR - Mantan Direktur Jenderal Itelijen Eksternal Malaysia, Hasanah Abdul Hamid, akan membuat laporan polisi terkait artikel berita yang menyebutnya mengirim surat ke badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA.
Dalam sebuah pernyataan, Hasanah mengatakan, ia melaporkan hal itu atas saran dari pengacaranya.
"Saya juga akan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan situasi sebenarnya," katanya melalui pengacaranya, Datuk Shaharudin Ali, seperti dikutip dari The Straits Times, Sabtu (28/7/2018).
Sebelumnya beredar surat untuk CIA yang isinya meminta dukungan untuk Barisan Nasional, yang dipimpin mantan Perdana Menteri Najib Razak, jelang pemilu Malaysia pada bulan Mei lalu. Surat tersebut ditujukan langsung kepada Direktur CIA Gina Haspel.
Baca: Najib Diduga Minta Bantuan CIA untuk Menangkan Pemilu Malaysia
Surat tersebut menyebut mantan Perdana Menteri Najib Razak adalah teman bagi AS dan Mahathir Mohamad adalah sosok anti Barat dan anti Semit.
Surat itu juga mempromosikan kebijakan luar negeri Najiba Razak dengan mengatakan Malaysia adalah sekutu penting dan satu-satunya yang layak di kawasan Asia Tenggara karena yang lain terlalu kecil, pro China, dan tenggelam dalam masalah politik domestik mereka sendiri.
Baca: Heboh Surat 'Intelijen Najib' untuk CIA, Indonesia Ikut Disinggung
Najib sendiri mengaku tidak tahu menahu soal surat tersebut. Ia pun membantah telah menginstruksikan kantornya untuk mengeluarkan surat itu. Ia mengatakan membaca isinya dari media.
"Dugaan surat yang bocor tampaknya menunjukkan bahwa itu adalah surat ucapan selamat kepada Pemimpin CIA yang baru dan untuk memperbarui situasi geo politik di Malaysia. Tidak ada dalam surat itu meminta CIA untuk ikut campur dalam kampanye pemilihan umum kami," tulis Najib di akun Facebooknya seperti dikutip dari Free Malaysia Today.
Dalam sebuah pernyataan, Hasanah mengatakan, ia melaporkan hal itu atas saran dari pengacaranya.
"Saya juga akan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan situasi sebenarnya," katanya melalui pengacaranya, Datuk Shaharudin Ali, seperti dikutip dari The Straits Times, Sabtu (28/7/2018).
Sebelumnya beredar surat untuk CIA yang isinya meminta dukungan untuk Barisan Nasional, yang dipimpin mantan Perdana Menteri Najib Razak, jelang pemilu Malaysia pada bulan Mei lalu. Surat tersebut ditujukan langsung kepada Direktur CIA Gina Haspel.
Baca: Najib Diduga Minta Bantuan CIA untuk Menangkan Pemilu Malaysia
Surat tersebut menyebut mantan Perdana Menteri Najib Razak adalah teman bagi AS dan Mahathir Mohamad adalah sosok anti Barat dan anti Semit.
Surat itu juga mempromosikan kebijakan luar negeri Najiba Razak dengan mengatakan Malaysia adalah sekutu penting dan satu-satunya yang layak di kawasan Asia Tenggara karena yang lain terlalu kecil, pro China, dan tenggelam dalam masalah politik domestik mereka sendiri.
Baca: Heboh Surat 'Intelijen Najib' untuk CIA, Indonesia Ikut Disinggung
Najib sendiri mengaku tidak tahu menahu soal surat tersebut. Ia pun membantah telah menginstruksikan kantornya untuk mengeluarkan surat itu. Ia mengatakan membaca isinya dari media.
"Dugaan surat yang bocor tampaknya menunjukkan bahwa itu adalah surat ucapan selamat kepada Pemimpin CIA yang baru dan untuk memperbarui situasi geo politik di Malaysia. Tidak ada dalam surat itu meminta CIA untuk ikut campur dalam kampanye pemilihan umum kami," tulis Najib di akun Facebooknya seperti dikutip dari Free Malaysia Today.
(ian)