Bendungan di Laos Jebol, 20 Tewas dan 100 Hilang

Rabu, 25 Juli 2018 - 11:55 WIB
Bendungan di Laos Jebol,...
Bendungan di Laos Jebol, 20 Tewas dan 100 Hilang
A A A
VIENTIANE - Tim penyelamat berlomba mencari korban setelah sebuah bendungan di Laos ambruk pada Senin malam, membanjiri beberapa desa dan menewaskan sedikitnya 20 orang. Selain itu, setidaknya 100 orang masih hilang dan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal.

Pihak berwenang di provinsi Attapeu telah menggunakan helikopter dan perahu untuk mencoba mengevakuasi penduduk desa yang terjebak.

Pemerintah setempat telah meminta kepada badan pemerintah dan komunitas lain untuk memberikan bantuan darurat seperti pakaian, makanan, air minum dan obat-obatan.

Sebuah video rekaman menunjukkan korban yang berkerumun di atas atap rumah mereka yang terendam, atau menyebrangi air sambil memegang anak-anak dan barang-barang mereka.

Seorang wanita, yang terlihat dalam sebuah video yang diposting oleh kantor berita ABC Laos di Facebook, menangis dan berdia ketika ia dievakuasi dengan perahu. Ia mengatakan kepada tim penyelamat bahwa ibunya masih terjebak di pohon.

Bendungan yang ambruk adalah bagian dari proyek pembangkit listrik tenaga air Xe-Pian Xe-Namnoy, yang melibatkan perusahaan-perusahaan Laos, Thailand, dan Korea Selatan (Korsel).

Bendungan tersebut adalah bendungan bantu yang disebut "Saddle Dam D". Bendungan ini merupakan bagian dari jaringan dua bendungan utama dan lima bendungan tambahan dalam proyek pembangkit listrik tenaga air Xe-Pian Xe-Namnoy.

Bendungan ini 90% telah selesai dan mulai beroperasi secara komersial tahun depan.

SK Engineering & Construction, sebuah perusahaan Korsel yang memiliki saham dalam proyek itu, mengatakan patahan bangunan pertama kali ditemukan di bendungan pada hari Minggu pukul 21.00 waktu setempat. Pihak berwenang pun disiagakan dan warga desa di dekat bendungan mulai dievakuasi.

Sementara itu, sebuah tim dikirim untuk memperbaiki bendungan - tetapi terhambat oleh hujan lebat, yang juga telah merusak banyak jalan.

Pada hari Senin, air dibuang dari salah satu bendungan utama (bendungan Xe-Namnoy) untuk mencoba menurunkan tingkat air di bendungan tambahan. Pada siang hari, pemerintah negara bagian memerintahkan penduduk desa hilir untuk mengungsi setelah mengetahui bahwa ada kerusakan lebih lanjut di bendungan.

Pada Senin petang, ditemukan kerusakan lebih banyak di bendungan.

Pada hari Selasa dini hari, sebuah desa di dekat bendungan anak sungai dilanda banjir dan pada pukul 09:30 tujuh desa telah direndam banjir.

Ratchaburi Electricity Generating Holding, pemangku kepentingan utama Thailand, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa bendungan retak setelah hujan badai terus-menerus menyebabkan volume air yang tinggi mengalir ke reservoir proyek.

"Akibatnya, air bocor ke daerah hilir dan turun ke Sungai Xe-Pian sekitar 5km (tiga mil) jauhnya," tambahnya seperti dikutip dari BBC, Rabu (25/7/2018).

Laos dalam beberapa tahun terakhir telah berinvestasi dalam tenaga hidroelektrik - yang mencapai sekitar 30% dari ekspornya. Pemerintah setempat berencana untuk menggandakan produksi energi pada tahun 2020 untuk menjadi "baterai Asia Tenggara".

Tetapi sejumlah kelompok memperingatkan dampak proyek terhadap lingkungan dan wilayah-wilayah yang dialiri oleh sungai.
(ian)
Berita Terkait
2 Negara Komunis yang...
2 Negara Komunis yang Jadi Anggota ASEAN, Salah Satunya Jarang Diketahui
PM Thongloun Ditunjuk...
PM Thongloun Ditunjuk Menjadi Pemimpin Baru Partai Komunis Laos
Laos Terbelit Utang...
Laos Terbelit Utang China Akibat Getol Bangun Infrastruktur
5 Negara dengan Biaya...
5 Negara dengan Biaya Hidup Termurah, Salah Satunya Bisa Hidup Mewah dengan Rp149 Ribu
Jadwal Pertandingan...
Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia vs Laos di Piala AFF 2024
Daftar Lengkap 44 Negara...
Daftar Lengkap 44 Negara Tanpa Batas Laut, Ada yang Terkurung Daratan Ganda
Berita Terkini
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
35 menit yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
1 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
2 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
3 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
3 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved