Irak: Kami Bisa Beli S-400 Rusia jika Perlu

Senin, 23 Juli 2018 - 17:31 WIB
Irak: Kami Bisa Beli...
Irak: Kami Bisa Beli S-400 Rusia jika Perlu
A A A
MOSKOW - Pemerintah Irak mengaku bisa membeli sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia jika memang Baghdad membutuhkan. Namun, untuk saat ini belum ada keputusan akhir apakah Baghdad membutuhkan senjata pertahanan itu atau tidak.

"Kami mengatakan kami bisa membeli sistem S-400, jika perlu. Tapi belum ada keputusan akhir yang diambil sejauh ini. Belum ada pembicaraan resmi dengan pihak Rusia," kata Duta Besar Irak untuk Rusia Haidar Mansour Hadi dalam sebuah wawancara dengan TASS, yang dilansir Senin (23/7/2018).

Ketika Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim al-Jaafari melakukan kunjungan ke Moskow pada Februari 2018, dia mengatakan bahwa negaranya ingin membeli sistem rudal anti-pesawat tersebut.

S-400 Triumph Rusia, yang oleh NATO dinamai SA-21 Growler, adalah sistem rudal anti-pesawat jarak jauh terbaru yang mulai digunakan pada tahun 2007. Sistem ini dirancang untuk menghancurkan pesawat dan rudal balistik, termasuk rudal jarak menengah.

Sistem itu dapat menghantam target aerodinamis pada kisaran hingga 400 kilometer (249 mil) dan target balistik taktis yang terbang dengan kecepatan 4,8 km/detik pada jarak hingga 60 kilometer (37 mil). Target tersebut termasuk rudal jelajah, pesawat taktis dan strategis dan hulu ledak rudal balistik.

Radar sistem S-400 mampu mendeteksi target di udara pada jarak hingga 600 kilometer (373 mil). Pada saat ini, senjata pertahanan andalan Moskow itu dioperasikan di Suriah untuk melindungi aset-aset militernya di Khmeimim dan Tartus.

Negara Timur Tengah yang memutuskan untuk membeli sitem rudal tersebut baru Turki. Itu pun mendapat tekanan hebat dari Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di NATO. Arab Saudi dan Qatar juga pernah menyatakan minatnya untuk membeli sistem tersebut.

Mansour Hadi menambahkan, bahwa delegasi resmi Rusia yang terdiri dari pejabat kementerian pertahanan, industri dan perdagangan Rusia akan berkunjung ke Baghdad minggu depan.

Menurut diplomat Irak, pembicaraan akan fokus pada masalah kerja sama militer dan energi.
(mas)
Berita Terkait
Bertikai Soal Keterlibatan...
Bertikai Soal Keterlibatan Militer di Irak, Turki Panggil Dubes Iran
Turki Serang Irak, Ini...
Turki Serang Irak, Ini Penjelasan Erdogan
Jalur Kereta akan Dibangun...
Jalur Kereta akan Dibangun antara Mosul Irak dan Turki
Turki Serang Hampir...
Turki Serang Hampir 500 Basis Kurdi di Irak Utara dan Suriah
Turki Serang Kamp Penampungan...
Turki Serang Kamp Penampungan Pengungsi Kurdi di Irak, 3 Tewas
Erdogan Peringatkan...
Erdogan Peringatkan Turki Bisa Serang Kamp Pengungsi di Pedalaman Irak
Berita Terkini
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
50 menit yang lalu
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
1 jam yang lalu
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
1 jam yang lalu
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
1 jam yang lalu
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
2 jam yang lalu
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved