Bos Intelijen AS: Mustahil Korut Lenyapkan Senjata Nuklir dalam Setahun

Jum'at, 20 Juli 2018 - 09:37 WIB
Bos Intelijen AS: Mustahil...
Bos Intelijen AS: Mustahil Korut Lenyapkan Senjata Nuklir dalam Setahun
A A A
COLORADO - Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) Dan Coats mengatakan, secara teknis memungkinkan bagi Korea Utara (Korut) untuk melenyapkan program senjata nuklirnya dalam setahun. Namun, hal itu mustahil terjadi.

Keraguan bos Intelijen Nasional AS itu disampaikan di Forum Keamanan Aspen di Colorado hari Kamis Waktu setempat. Komentar itu sebagai respons atas pernyataan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton bahwa Korea Utara dapat melakukan denuklirisasi dalam setahun.

"Secara teknis mungkin, tetapi tidak mungkin akan terjadi," kata Cost. "Ini proses yang jauh lebih rumit dari yang dipikirkan kebanyakan orang," ujar Coats dalam forum tersebut, dilansir Reuters, Jumat (20/7/2018).

Dia menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah dengan jelas mengatakan hal itu sulit. "Itu akan memakan waktu dan memproyeksikan kerangka waktu yang lebih lama," lanjut Cost.

Belum ada tanda-tanda tindakan nyata terhadap denuklirisasi oleh Pyongyang sejak Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengadakan pertemuan di Singapura pada 12 Juni lalu.

Pompeo telah mengunjungi Pyongyang pada awal Juli dan kedua pihak berjuang untuk membuat kemajuan dalam isu denuklirisasi.

Presiden Trump pada Selasa lalu mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak terburu-buru dan tidak ada batasan waktu dalam perundingan denuklirisasi dengan Korea Utara.

Coats melanjutkan, Kim telah membuat komitmen untuk denuklirisasi. Dia dan pejabat senior lainnya terus menegaskan kembali komitmen itu.

"Saya tidak berpikir kita harus maju dengan asumsi bahwa semua ini akan berhasil," kata Coats.

"Tetapi memiliki kesempatan untuk mencoba berhasil di sini, bukannya berpotensi berperang dengan negara yang berpotensi bersenjata nuklir dan apa yang telah kami evaluasi sebagai pemimpin yang agak tidak stabil, mengapa tidak mencobanya?," papar Cost.

Coats mengatakan, itu bukan masalah mempercayai Korea Utara atau tidak, tetapi memastikan mekanisme verifikasi yang tepat sudah ada.

"Kami tahu, dan kami memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang mereka lakukan, dan kami akan memastikan kami melakukannya dengan benar," katanya.

Bos intelijen ini menegaskan bahwa sanksi terhadap Korea Utara masih secara luas ditegakkan dan didukung oleh China, Rusia dan negara-negara lain. Sanksi itu secara dramatis menurunkan ekspor Pyongyang dan memaksa Kim untuk mempertimbangkan potensi kehancuran ekonomi jika dia tidak bisa melakukan sesuatu untuk bergerak maju dengan masalah tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Sebut Kim Jong-un...
Trump Sebut Kim Jong-un Mengaku Telah Bunuh Pamannya
Berita Terkini
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
34 menit yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
1 jam yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
2 jam yang lalu
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
10 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
12 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
13 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved