Gempur Gaza, Israel Lancarkan Serangan Udara Terbesar Sejak 2014

Minggu, 15 Juli 2018 - 08:33 WIB
Gempur Gaza, Israel...
Gempur Gaza, Israel Lancarkan Serangan Udara Terbesar Sejak 2014
A A A
GAZA - Situasi di Jalur Gaza semakin memanas. Milisi Palestina di Jalur Gaza dan militer Israel saling menyerang pada hari Sabtu.

Tentara Israel telah melakukan serangan udara terbesar di Gaza sejak perang 2014, dan militan Hamas membalas dengan menembakkan roket ke wilayah Israel.

Serangan udara dimulai sejak Sabtu pagi dan disambut dengan serangan mortir dan roket dari sisi Palestina. Israel mengatakan pihaknya menyerang lebih dari 40 target Hamas. Militer Israel mengatakan Hamas menanggapi serangan udara dengan lebih dari 50 roket seperti dikutip dari VOA, Minggu (15/7/2018).

Seorang pejabat Palestina mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Mesir dan sejumlah negara kunci internasional lainnya berbicara dengan Israel dan Hamas dalam upaya untuk memulihkan ketenangan.

Kekerasan pecah pada Sabtu menyusul kematian seorang remaja Palestina pada Jumat selama aksi protes mingguan di perbatasan antara Gaza dan Israel.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan Jumat bahwa anak berusia 15 tahun itu tewas dalam bentrokan yang juga melukai 25 orang lainnya. Seorang warga Palestina 20 tahun kemudian meninggal karena luka-luka di rumah sakit, membawa korban tewas Palestina menjadi 137 sejak protes mingguan di mulai 30 Maret lalu.

Israel telah mengalami sejumlah kebakaran yang merusak akibat layang-layang api dan balon yang diterbangkan warga Palestina melintasi perbatasan.

Para pengunjuk rasa juga melemparkan bom api, bahan peledak, dan membakar ban pada pasukan Israel.

Palestina mengatakan mereka memprotes rencana oleh pemerintah Israel untuk menghancurkan desa di Tepi Barat. Pada hari Jumat, Mahkamah Agung Israel mengatakan akan menunda keputusan terhadap desa tersebut sampai setidaknya 15 Agustus.

Israel mengatakan demonstrasi Palestina memberikan perlindungan bagi sayap militer Hamas untuk melanggar keamanan Israel.

Uni Eropa menuntut Israel membuka kembali perbatasan Kerem Shalom yang telah ditutup sejak Senin. Persimpangan itu digunakan untuk mengirimkan barang-barang komersial dan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Israel mengatakan penutupan itu adalah pembalasan atas serangan layang-layang api.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
21 menit yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
1 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
1 jam yang lalu
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
2 jam yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
3 jam yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
3 jam yang lalu
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved