Akhir Pekan, AS-Korut Gelar Pertemuan Pemulangan Jasad Tentara
Jum'at, 13 Juli 2018 - 08:20 WIB
Akhir Pekan, AS-Korut Gelar Pertemuan Pemulangan Jasad Tentara
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) sepakat untuk mengadakan pembicaraan pada hari Minggu. Pertemuan kali ini untuk membahas pemulangan jasad tentara Amerika yang tewas dalam Perang Korea 1950-53.
Dalam sebuah pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, mengatakan bahwa Korut telah menghubungi AS untuk mengusulkan tanggal pertemuan. Korut sendiri absen pada pertemuan sebelumnya yang dijadwaklan pada hari Kamis kemarin.
Baca: Korut Absen Pertemuan untuk Bahas Pemulangan Jasad Tentara AS
"Wakil Ketua Kim Yong-chol setuju dalam dialognya dengan Menteri Pompeo untuk meminta timnya bertemu dengan tim Amerika di Panmunjom pada atau sekitar 12 Juli untuk bergerak maju pada rencana repatriasi sisa anggota tentara Amerika," kata juru bicara itu.
"Tengah hari tanggal 12 Juli mereka menghubungi kami dan menawarkan untuk bertemu pada 15 Juli. Kami akan siap," imbuhnya seperti dikutip dari Yonhap, Jumat (13/7/2018).
Panmunjom adalah desa di perbatasan antar-Korea.
Pemimpin Korut Kim Jong-un menyetujui pemulangan jasad tentara AS dalam pertemuan bersejarah dengan Presiden Donald Trump bulan lalu. Dan akhir pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo terbang ke Pyongyang untuk menindaklanjuti perjanjian itu dan hal lainnya, termasuk komitmen Korut terhadap denuklirisasi menyeluruh Semenanjung Korea.
Pompeo mengatakan setelah bertemu dengan Kim Yong-chol, seorang pembantu dekat Kim Jong-un, bahwa pembicaraan mereka produktif tetapi banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Sekitar 200 jasad diharapkan dikembalikan melalui perbatasan antar-Korea ke Komando PBB (UNC), yang mengawasi gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea.
Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan sebelumnya bahwa UNC akan menerima jasad, bukan militer Korea Selatan (Korsel) atau AS. Pasalnya 21 negara yang turut berperang di bawah bendera AS bersama Korsel dan AS juga kehilangan pasukan dalam konflik tersebut.
Ada spekulasi luas bahwa Pompeo akan kembali dengan jasad tentara AS setelah kunjungannya ke Pyongyang, tetapi itu tidak terjadi.
Setelah sisa-sisa jasad tentara AS menyeberangi perbatasan antar-Korea, mereka akan dipindahkan ke pangkalan udara AS di Osan, selatan Seoul, dan kemudian ke Pangkalan Bersama Pearl Harbor-Hickam di Hawaii untuk identifikasi forensik.
Dalam sebuah pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, mengatakan bahwa Korut telah menghubungi AS untuk mengusulkan tanggal pertemuan. Korut sendiri absen pada pertemuan sebelumnya yang dijadwaklan pada hari Kamis kemarin.
Baca: Korut Absen Pertemuan untuk Bahas Pemulangan Jasad Tentara AS
"Wakil Ketua Kim Yong-chol setuju dalam dialognya dengan Menteri Pompeo untuk meminta timnya bertemu dengan tim Amerika di Panmunjom pada atau sekitar 12 Juli untuk bergerak maju pada rencana repatriasi sisa anggota tentara Amerika," kata juru bicara itu.
"Tengah hari tanggal 12 Juli mereka menghubungi kami dan menawarkan untuk bertemu pada 15 Juli. Kami akan siap," imbuhnya seperti dikutip dari Yonhap, Jumat (13/7/2018).
Panmunjom adalah desa di perbatasan antar-Korea.
Pemimpin Korut Kim Jong-un menyetujui pemulangan jasad tentara AS dalam pertemuan bersejarah dengan Presiden Donald Trump bulan lalu. Dan akhir pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo terbang ke Pyongyang untuk menindaklanjuti perjanjian itu dan hal lainnya, termasuk komitmen Korut terhadap denuklirisasi menyeluruh Semenanjung Korea.
Pompeo mengatakan setelah bertemu dengan Kim Yong-chol, seorang pembantu dekat Kim Jong-un, bahwa pembicaraan mereka produktif tetapi banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Sekitar 200 jasad diharapkan dikembalikan melalui perbatasan antar-Korea ke Komando PBB (UNC), yang mengawasi gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea.
Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan sebelumnya bahwa UNC akan menerima jasad, bukan militer Korea Selatan (Korsel) atau AS. Pasalnya 21 negara yang turut berperang di bawah bendera AS bersama Korsel dan AS juga kehilangan pasukan dalam konflik tersebut.
Ada spekulasi luas bahwa Pompeo akan kembali dengan jasad tentara AS setelah kunjungannya ke Pyongyang, tetapi itu tidak terjadi.
Setelah sisa-sisa jasad tentara AS menyeberangi perbatasan antar-Korea, mereka akan dipindahkan ke pangkalan udara AS di Osan, selatan Seoul, dan kemudian ke Pangkalan Bersama Pearl Harbor-Hickam di Hawaii untuk identifikasi forensik.
(ian)