Nyatakan Putin Bukan Musuh, Trump Picu Kegaduhan di AS

Jum'at, 13 Juli 2018 - 06:48 WIB
Nyatakan Putin Bukan...
Nyatakan Putin Bukan Musuh, Trump Picu Kegaduhan di AS
A A A
WASHINGTON - Pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin bukan musuh telah memicu kegaduhan di kalangan politisi Amerika Serikat (AS). Para senator Amerika kesal dan mencela sikap lembut Trump terhadap pemimpin Kremlin.

Presiden Trump pada hari Kamis kemarin menyatakan bahwa Putin hanya pesaing dan bukan musuh. Komentar itu diyakini sebagai strategi untuk melancarkan pertemuannya dengan Presiden Rusia tersebut di Helsinki beberapa hari mendatang.

"Putin bukan teman Amerika, juga bukan pesaing. Putin adalah musuh Amerika, bukan karena kami berharap begitu, tetapi karena dia telah memilih untuk menjadi (musuh)," kata Senator Republik John McCain dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters, Jumat (13/7/2018).

Senator McCain selama ini dikenal sebagai politisi anti-Rusia. Dia kerap mengkritik Trump karena sikapnya yang dianggap lembut terhadap Moskow.

"Terserah kepada Presiden Trump untuk meminta Putin bertanggung jawab atas tindakannya selama pertemuan di Helsinki," lanjut McCain."Kegagalan untuk melakukannya akan menjadi dakwaan serius dari kepemimpinan Amerika di dunia."

Para anggota parlemen AS menginginkan Trump, baik secara pribadi terhadap Putin maupun di depan publik, mengutuk tindakan Rusia dalam berbagai masalah, dugaan intervensi pemilu AS, krisis Ukraina dan krisis Suriah.

Kongres AS telah mengambil sikap anti-Rusia yang keras, di mana mereka hampir dengan suara bulat menyetujui undang-undang sanksi yang menargetkan Moskow pada tahun lalu. Tetapi anggota parlemen khawatir Trump akan gagal untuk mengambil sikap tugas pada Putin.

"Tujuan kami adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa komunitas bangsa-bangsa yang demokratis tidak bermaksud untuk menyetujui (tindakan) Putin atau melihat setiap otoriter lain dari dunia. Kami akan melawan agresi Rusia," kata Senator Demokrat Mark Warner dan Senator Republik Marco Rubio mengatakan tulisan opini di USA Today.

Senator Republik lainnya, Jeff Flake, mengkritik Trump karena komentar lembutnya terhadap Putin.

"Presiden Rusia adalah orang yang dididik dalam pengkhianatan dan spionase. Dia penjarakan dan bunuh lawan-lawannya, memimpin sebuah negara mafia dan dia adalah musuh demokrasi. Mengapa pertemuan dengan Putin lebih mudah daripada pertemuan dengan sekutu yang kita," kata Flake dalam pidatonya.
(mas)
Berita Terkait
Dibela Vladimir Putin,...
Dibela Vladimir Putin, Begini Reaksi Donald Trump
Jadi Sorotan Dunia,...
Jadi Sorotan Dunia, Apakah Donald Trump dan Vladimir Putin Sahabat Dekat?
Donald Trump dan Vladimir...
Donald Trump dan Vladimir Putin Akan Bertemu di Arab Saudi
Donald Trump: AS Harusnya...
Donald Trump: AS Harusnya Tak Terlalu Mengkhawatirkan Putin
Trump-Putin Lakukan...
Trump-Putin Lakukan Pembicaraan Via Telepon, Ini yang Dibahas
Donald Trump Tolak Sebut...
Donald Trump Tolak Sebut Vladimir Putin Diktator
Berita Terkini
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
3 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
5 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
7 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
8 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
8 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved