Dituduh Mata-mata, Pria Korsel Dinyatakan Tidak Bersalah Setelah 40 Tahun

Kamis, 12 Juli 2018 - 09:58 WIB
Dituduh Mata-mata, Pria...
Dituduh Mata-mata, Pria Korsel Dinyatakan Tidak Bersalah Setelah 40 Tahun
A A A
SEOUL - Pengadilan Seoul menghentikan tuduhan mata-mata terhadap seorang pria Korea Selatan (Korsel) empat dekade lalu. Divisi kriminal Pengadilan Negeri Distrik Seoul membebaskan terdakwa dengan nama Park atas semua tuduhan spionase.

Park adalah penduduk asli Sinan County di Provinsi Jeolla Selatan yang menemukan dua penyerang bersenjata di rumahnya pada Juni 1974. Park, seorang petani, melaporkan peristiwa itu dan polisi setempat mencatat insiden itu sebagai kasus pencurian sapi.

Namun empat tahun kemudian, petugas dari polisi metropolitan Seoul tiba-tiba mendatangi Park dan menahannya tanpa surat perintah. Seorang mata-mata dari Korea Utara (Korut) yang membelot ke Korsel mengatakan dia memiliki intelijen. Bukti menunjukkan bahwa agen Korut tersebut berada di Sinan County di saat Park menghadapi para penyerang.

Berdasarkan informasi, Park diselidiki secara ilegal dan ditahan selama 55 hari. Selama masa penahanannya, Park mengalami penyiksaan dan menderita luka parah.

Di bawah tekanan, Park dipaksa untuk mengaku dia membantu agen Korut dan menerima pesan dari kelompok anti-negara untuk memberikan rahasia negara, termasuk lokasi pasukan cadangan di daerah tersebut.

Setelah persidangan, Park dinyatakan bersalah atas semua tuduhan pada bulan Desember 1978 dan menerima hukuman 10 tahun penjara dan hukuman penjara 10 tahun ditangguhkan.

Dalam putusannya pada hari Rabu kemarin, pengadilan Seoul mengatakan tidak ada bukti yang mendukung tuduhan di masa lalu. Pengadilan juga mengatakan pihak berwenang menahan secara ilegal terdakwa dan secara ilegal memperoleh bukti.

"Pernyataan Park tidak sama dengan pengakuan," kata pengadilan seperti dikutip dari UPI, Kamis (12/7/2018).

"Terdakwa menerima penderitaan fisik dan mental untuk jangka waktu yang cukup lama. Kami mencari pengampunannya," kata pengadilan dalam pernyataannya.
(ian)
Berita Terkait
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Utara Vs Korea Selatan
Langka, Warga Korea...
Langka, Warga Korea Selatan Membelot ke Korea Utara
Korea Utara Hancurkan...
Korea Utara Hancurkan Lapangan Golf Milik Korea Selatan
Berita Terkini
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
37 menit yang lalu
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
1 jam yang lalu
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
2 jam yang lalu
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
3 jam yang lalu
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
4 jam yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
5 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved