Korban Banjir Jepang Meningkat Jadi 122 Jiwa

Selasa, 10 Juli 2018 - 07:39 WIB
Korban Banjir Jepang...
Korban Banjir Jepang Meningkat Jadi 122 Jiwa
A A A
TOKYO - Jumlah korban jiwa akibat curah hujan mematikan yang menyebabkan banji dan tanah longsor di Jepang bertambah menjadi 122 orang. Selain itu, puluhan orang masih hilang seiring hujan yang mereda.

Tim penyelamat Jepang saat ini telah berhasil mencapai sejumlah tempat yang sebelumnya terputus di mana pihak berwenang khawatir banyak mayat yang mungkin terperangkap di bawah puing.

Lebih dari 70.000 pekerja darurat telah dikerahkan untuk menggali di tengah banjir dan setelah longsor yang telah mengubah lanskap di beberapa bagian Jepang tengah dan barat.

Tapi empat hari setelah hujan yang terburuk dimulai, harapan mulai memudar bahwa pencarian akan menemukan korban baru. Petugas penyelamat mengakui kemungkinan menemukan orang yang hidup semakin kecil.

"Kemungkinan korban selamat akan ditemukan, tetapi karena hari-hari berlalu kemungkinan menjadi lebih kecil," kata seorang tentara seperti dikutip dari AFP, Selasa (10/7/2018).

Juru bicara pemerintah Yoshihide Suga mengatakan 73.000 polisi, petugas pemadam kebakaran dan pasukan ambil bagian dalam upaya penyelamatan, dengan 700 helikopter dikerahkan untuk membantu.

Di Kumano, tentara dan pekerja darurat lainnya menggunakan penggali untuk membersihkan mobil yang hancur dan rumah yang hancur serta gergaji untuk memotong batang pohon. Mereka bergerak dengan hati-hati, mencari mereka yang selamat, atau sisa-sisa mereka yang tewas dalam bencana.

Di Prefektur Okayama yang bersebelahan, para pekerja penyelamat menerbangkan helikopter ke daerah-daerah yang masih terendam dan tidak bisa dijangkau, mencari tanda-tanda kehidupan.

"Sejauh yang kami bisa lihat dari helikopter, sekarang tidak ada yang melambai minta tolong," kata seorang petugas penyelamat dari kota Kurashiki.

Pejabat pemerintah setempat mengatakan bahwa truk pemompa dikerahkan untuk membantu memulihkan akses ke beberapa daerah yang paling parah terkena dampak banjir, dan pada hari Senin banjir air akhirnya mulai surut ketika hujan berhenti.

Bahkan ketika hujan reda, pihak berwenang memperingatkan hujan lebat telah menggemburkan tanah di lereng bukit dan lereng gunung menciptakan risiko baru.

"Kami mendesak warga untuk tetap berhati-hati tentang kemungkinan tanah longsor," kata seorang pejabat lembaga cuaca.

Dan dengan banyak orang terjebak di tempat penampungan, atau tinggal di rumah yang rusak tanpa aliran air atau listrik, naiknya suhu menimbulkan masalah baru, kata pihak berwenang.

Pada satu titik sekitar lima juta orang diberitahu untuk mengungsi, tetapi perintah tersebut tidak wajib dan banyak orang tetap di rumah, terjebak oleh air yang naik dengan cepat atau tanah longsor yang tiba-tiba.

Naoaki Ogawa (68) masih di rumah bersama istri, anak perempuan dan cucunya pada Jumat malam, ketika mereka melihat gelombang lumpur membawa pohon dan mobil jatuh ke bukit di atas dan menelan rumah tetangga.

Mereka mencoba melarikan diri dengan mobil, tetapi terjebak ketika gelombang kedua menyapu hanya di depan mereka, menelan tiga mobil.

Mereka diselamatkan beberapa jam kemudian, dan kembali ke kota pada hari Senin, di mana Ogawa menemukan teleponnya, diisi dengan panggilan dari kerabat dan teman-temannya.

"Aku lupa membawanya bersamaku," katanya.

"Begitu banyak orang menelepon. Aku ingin memberi tahu mereka bahwa aku baik-baik saja. Aku baik-baik saja," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
6 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
7 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
8 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
9 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
10 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
11 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved