Iran Nilai Proposal Eropa Terkait Kesepakatan Nuklir Mengecewakan
Jum'at, 06 Juli 2018 - 18:11 WIB
Iran Nilai Proposal Eropa Terkait Kesepakatan Nuklir Mengecewakan
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran, Hassan Rouhani menyebut proposal Eropa untuk menyelamatkan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) atau yang lebih dikenal dengan kesepakatan nuklir Iran, mengecewakan.
Berbicara melalui sambungan telepon dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, Rouhani menyatakan proposal tersebut hanya menguntungkan Eropa dan tidak sesuai dengan kepentingan Iran.
"Sayangnya, proposal yang diusulkan tidak memiliki solusi operasional dan metode khusus untuk kerjasama, dan menampilkan hanya satu set komitmen umum seperti pernyataan sebelumnya oleh Uni Eropa (UE)," kata Rouhani dalam pembicaraan itu, seperti dilansir Tass pada Jumat (6/7).
Sementara itu, pada gilirannya Merkel menyatakan diskusi mengenai rincian proposal tersebur harus terus dilakukan dan mungkin pada akhirnya akan memenuhi kepentingan semua pihak.
"Yang penting adalah bahwa kami tahu dan kami yakin bahwa kami ingin tetap dalam kesepakatan itu dan kami percaya bahwa dialog harus berlanjut dengan damai," kata Merkel dalam pembicaran tersebut.
Rasa tidak senang juga disampaikan Rouhani saat melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Prancis, Emanuel Macron. Dalam pembicaraan dengan Macron, Rouhani mengulangi pernyataan bahwa proposal itu tidak mengakomodir semua permintaan Iran.
Berbicara melalui sambungan telepon dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, Rouhani menyatakan proposal tersebut hanya menguntungkan Eropa dan tidak sesuai dengan kepentingan Iran.
"Sayangnya, proposal yang diusulkan tidak memiliki solusi operasional dan metode khusus untuk kerjasama, dan menampilkan hanya satu set komitmen umum seperti pernyataan sebelumnya oleh Uni Eropa (UE)," kata Rouhani dalam pembicaraan itu, seperti dilansir Tass pada Jumat (6/7).
Sementara itu, pada gilirannya Merkel menyatakan diskusi mengenai rincian proposal tersebur harus terus dilakukan dan mungkin pada akhirnya akan memenuhi kepentingan semua pihak.
"Yang penting adalah bahwa kami tahu dan kami yakin bahwa kami ingin tetap dalam kesepakatan itu dan kami percaya bahwa dialog harus berlanjut dengan damai," kata Merkel dalam pembicaran tersebut.
Rasa tidak senang juga disampaikan Rouhani saat melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Prancis, Emanuel Macron. Dalam pembicaraan dengan Macron, Rouhani mengulangi pernyataan bahwa proposal itu tidak mengakomodir semua permintaan Iran.
(esn)