Pernah Jadi 'Polisi Moral' ISIS, Wanita Jerman Ditangkap

Selasa, 03 Juli 2018 - 16:27 WIB
Pernah Jadi Polisi Moral...
Pernah Jadi 'Polisi Moral' ISIS, Wanita Jerman Ditangkap
A A A
BERLIN - Seorang wanita Jerman ditangkap pihak berwenang di negaranya atas tuduhan pernah menjadi bagian dari "polisi moral" kelompok ISIS di Irak. Wanita berusia 27 tahun tersebut akan menghadapi tuntutan di pengadilan.

Kejaksaan Federal menyatakan, seorang wanita bernama Jennifer W pernah melakukan perjalanan ke Irak melalui Turki dan Suriah pada September 2014. Dia kemudian bergabung dengan kelompok ekstremis Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Daesh.

Dalam sebuah pernyataan, kejaksaan mengatakan bahwa Jennifer berpatroli di taman-taman di Fallujah dan Mosul ketika menjadi "polisi moral" ISIS. Dia memastikan bahwa para wanita di wilayah itu mematuhi kode berpakaian dan perilaku yang diatur ISIS.

Jennifer nama keluarganya tidak dirilis karena alasan privasi, ditangkap oleh polisi Turki pada Januari 2016 setelah mengajukan permohonan surat identitas baru di kedutaan Jerman di Ankara. Dia dideportasi ke Jerman beberapa hari kemudian.

Dia menjadi orang pertama Jerman yang dituntut di pengadilan di negaranya karena bergabung dengan kelompok teroris ISIS. Menurut pernyataan Pengadilan Federal yang dikutip DPA, Selasa (3/7/2018), dia telah ditahan sejak 30 Juni.

Menurut pernyataan tersebut, Jennifer ditangkap di Bavaria atas tuduhan menjadi anggota organisasi teroris asing. Apartemennya di Lower Saxony juga digeledah.

Para penyelidik menyatakan bahwa Jennifer dibayar antara USD70 hingga USD100 per bulan oleh ISIS selama menjadi anggota "polisi moral" kelompok tersebut.

Sejumlah laporan media setempat mengatakan, sekitar 950 warga Jerman telah pergi ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan kelompok-kelompok jihadis dalam beberapa tahun terakhir. Dari jumlah itu, 300 di antaranya telah kembali ke Jerman.

Menurut kepala Kantor Federal Jerman untuk Perlindungan Konstitusi, Hans-Georg Maaßen, beberapa anak dan remaja telah jadi korban cuci otak dan terkadang bisa berbahaya.
(mas)
Berita Terkait
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Denmark Tarik Pasukan...
Denmark Tarik Pasukan dari Suriah dan Irak, Ini Tujuannya
3 Negara Tetangga Indonesia...
3 Negara Tetangga Indonesia Penghasil Militan ISIS Terbanyak
Daftar Negara Asia Tengah...
Daftar Negara Asia Tengah dengan Jumlah Militan ISIS Terbanyak
Turki Serang Hampir...
Turki Serang Hampir 500 Basis Kurdi di Irak Utara dan Suriah
Berita Terkini
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
40 menit yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
1 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
2 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
3 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
4 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved