Oposisi Suriah-Rusia Gelar Pembicaraan Kesepakatan Damai di Deraa
Sabtu, 30 Juni 2018 - 14:54 WIB
Oposisi Suriah-Rusia Gelar Pembicaraan Kesepakatan Damai di Deraa
A
A
A
DAMASKUS - Oposisi Suriah memulai perundingan dengan para perwira Rusia tentang kesepakatan untuk memulihkan kedaulatan negara atas daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di provinsi Deraa, barat daya negara itu. Hal tersebut diungkapkan para perunding kelompok oposisi.
Serangan pemerintah bulan ini di Suriah barat daya telah merebut banyak bagian timur provinsi Deraa dari pemberontak, didukung oleh pemboman yang menurut PBB telah membuat 160.000 orang keluar dari rumah mereka.
Para perunding dan juru bicara gerilyawan mengatakan, enam anggota komite sipil dan militer pemberontak selatan mengadakan pertemuan awal di sepanjang perbatasan administratif provinsi tetangganya, Sweida.
"Komite mengadakan pertemuan pertama dengan perwira Rusia yang mempresentasikan tuntutan mereka," kata Ibrahim Jabawi, seorang juru bicara dari ruang operasi pusat yang dibentuk oleh kelompok-kelompok utama Tentara Pembebasan Suriah di Suriah selatan.
Pembicaraan putaran kedua diharapkan akan terjadi pada hari Sabtu (30/6/2018) seperti dikutip dari Reuters.
"Kesepakatan yang dibahas tidak termasuk wilayah pemberontak di provinsi Quneitra yang berdekatan, berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel," kata juru bicara itu.
Yordania, yang berbatasan dengan provinsi Deraa, telah memfasilitasi pembicaraan antara faksi pemberontak dan Moskow mengenai kesepakatan yang akan mengakhiri kekerasan dengan imbalan kembalinya kekuasaan negara di sana.
Serangan pemerintah bulan ini di Suriah barat daya telah merebut banyak bagian timur provinsi Deraa dari pemberontak, didukung oleh pemboman yang menurut PBB telah membuat 160.000 orang keluar dari rumah mereka.
Para perunding dan juru bicara gerilyawan mengatakan, enam anggota komite sipil dan militer pemberontak selatan mengadakan pertemuan awal di sepanjang perbatasan administratif provinsi tetangganya, Sweida.
"Komite mengadakan pertemuan pertama dengan perwira Rusia yang mempresentasikan tuntutan mereka," kata Ibrahim Jabawi, seorang juru bicara dari ruang operasi pusat yang dibentuk oleh kelompok-kelompok utama Tentara Pembebasan Suriah di Suriah selatan.
Pembicaraan putaran kedua diharapkan akan terjadi pada hari Sabtu (30/6/2018) seperti dikutip dari Reuters.
"Kesepakatan yang dibahas tidak termasuk wilayah pemberontak di provinsi Quneitra yang berdekatan, berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel," kata juru bicara itu.
Yordania, yang berbatasan dengan provinsi Deraa, telah memfasilitasi pembicaraan antara faksi pemberontak dan Moskow mengenai kesepakatan yang akan mengakhiri kekerasan dengan imbalan kembalinya kekuasaan negara di sana.
(ian)