Erdogan Klaim Menang Pilpres Turki

Senin, 25 Juni 2018 - 04:57 WIB
Erdogan Klaim Menang...
Erdogan Klaim Menang Pilpres Turki
A A A
ANKARA - Recep Tayyip Erdogan telah mengklaim memenangkan pemilihan presiden (pilpres) Turki yang digelar hari Minggu. Namun, oposisi belum mengakui kekalahan, karena penghitungan surat suara belum tuntas.

"Masyarakat Turki telah mengamanatkan saya sebagai presiden sesuai dengan hasil yang belum resmi," kata Erdogan pada Minggu malam.

"Saya harap tidak ada yang akan merusak demokrasi dengan memberikan bayangan pada pemilu ini dan hasilnya untuk menyembunyikan kegagalan mereka," lanjut Erdogan, yang merupakan calon presiden (capres) petahana, seperti dikutip The Guardian, Senin (25/6/2018).

Kantor berita Anadolu melaporkan dengan 95,5 persen suara yang telah dihitung, Erdogan telah meraih 52,72 persen suara tingkat nasional. Sedangkan capres dari partai oposisi CHP, Muharrem İnce, meraih 30,75 persen suara.

Partai pro-Kurdi, yang dikenal sebagai HDP, meraih lebih dari 10 persen suara, memungkinkan mereka ikut menduduki kursi parlemen untuk periode kedua secara berturut-turut. Hal itu juga membuat AKP (artai Keadilan dan Pembangunan) pimpinan Erdogan gagal mencapai angka yang diperlukan untuk menjadi partai mayoritas yang berkusa di parlemen.

Dengan meraih lebih dari 50 persen suara, Erdogan bisa membuat kubu oposisi kecewa. Sebab, selama kampanye, kubu oposisi berharap Erdogan akan bertarung dengan Muharrem Ince pada putaran kedua.

Oposisi selama ini juga berambisi merebut kendali legislatif dari AKP untuk mengakhiri kekuasaan AKP dan Erdogan di Turki yang sudah 16 tahun.

Presiden Erdogan menyerukan pemilu dini awal pada bulan April dengan harapan untuk mendahului memburuknya tren ekonomi dan untuk membuat kejutan bagi oposisi. Dia dari awal sudah diprediksi menang mudah untuk pilpres. Namun, untuk menguasai parlemen, partainya perlu berkoalisi dengan partai-partai nasionalis.

Pemilu berlangsung di lapangan yang tidak merata, dengan latar belakang pelanggaran hak asasi manusia yang digambarkan Amnesty International sebagai "iklim ketakutan".

Salah satu capres, Selahattin Demirtaş, menjalankan kampanyenya dari sel penjara di Edirne di mana dia diadili atas tuduhan terorisme. Pemerintah Erdogan sebelumnya juga telah menutup, membeli atau mengambil alih koran dan stasiun televisi dan membuat perubahan besar.

Ribuan orang telah ditahan atau diberhentikan dari pekerjaannya sejak upaya kudeta pada tahun 2016 berakhir dengan kegagalan. Erdogan menuduh Fethullah Gulen, ulama Turki yang tinggal di pengasingan di Pennsylvania, Amerika Serikat, sebagai dalang kudeta. Namun, Gulen membantah tuduhan tersebut dan curiga percobaan kudeta hanya rekayasa dari kubu Erdogan.
(mas)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
36 menit yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
1 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
2 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
3 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
5 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved