Keluar dari Dewan HAM, China Sesali Keputusan AS

Rabu, 20 Juni 2018 - 16:34 WIB
Keluar dari Dewan HAM,...
Keluar dari Dewan HAM, China Sesali Keputusan AS
A A A
BEIJING - China menyesali keputusan Amerika Serikat (AS) yang menarik diri dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Dengan keputusan itu, citra AS sebagai pembela HAM di ambang kehancuran.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengumumkan keputusan untuk menarik keluar dari dewan pada hari Selasa atas apa yang dikatakannya sebagai bias kronis terhadap Israel dan kurangnya reformasi.

Kelompok hak asasi manusia telah mengkritik keputusan tersebut, mengirim pesan bahwa Amerika Serikat menutup mata terhadap pelanggaran di seluruh dunia.

"China mengekspresikan penyesalan atas keputusan AS untuk mundur dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB," kata juru bicara kementerian luar negeri Geng Shuang pada briefing reguler.

"China akan terus, bekerja dengan semua pihak, untuk memberikan kontribusinya bagi pengembangan hak asasi manusia yang sehat di seluruh dunia melalui dialog yang konstruktif dan kerja sama," tambahnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (20/6/2018).

Ditanya tentang kritik AS terhadap catatan hak-hak China, Geng mengatakan Amerika Serikat mengabaikan fakta-fakta dan bahwa siapa pun yang tanpa prasangka dapat melihat kemajuan besar yang telah dibuat China tentang hak asasi manusia.

Publikasi resmi dari pengawas anti-korupsi China mengatakan dalam sebuah komentar bahwa keputusan AS untuk meninggalkan dewan telah menempatkan citra sombong rakyat Amerika sebagai pembela hak asasi manusia di ambang kehancuran.

"Pemisahan keluarga imigran di perbatasan AS-Meksiko menunjukkan kemunafikan Amerika Serikat dan bahwa 'tidak boleh dan jangan' mengkritik catatan hak negara lain," katanya.

Hak asasi manusia telah lama menjadi sumber ketegangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia, terutama sejak 1989, ketika AS menjatuhkan sanksi pada China setelah tindakan keras berdarah terhadap demonstran pro-demokrasi di sekitar Lapangan Tiananmen Beijing.

China secara teratur menolak kritik atas catatan hak asasi manusianya dan menunjukkan keberhasilannya dalam mengangkat jutaan orang dari kemiskinan.

Tetapi Partai Komunis yang berkuasa tidak memiliki perbedaan pendapat politik dan sejak Presiden Xi Jinping berkuasa, puluhan pengacara HAM dan aktivis telah ditangkap atau dipenjarakan dalam operasi yang dikatakan aktivis lebih buruk dari pada beberapa dekade.

Beijing juga merilis laporan tahunan yang mencerca AS untuk masalah HAM-nya, selalu mengutip rasisme, standar politik dan kekerasan bersenjata.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Inilah Perbandingan...
Inilah Perbandingan Kekuatan Militer China vs Amerika Serikat
Dijegal Amerika Serikat,...
Dijegal Amerika Serikat, Mobil Listrik China Semakin Banting Harga
Media China Sindir Kerusuhan...
Media China Sindir Kerusuhan di Amerika Serikat
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
1 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
1 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
2 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
2 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
3 jam yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved