Mengenal Penerjemah Donald Trump dan Kim Jong-un

Rabu, 13 Juni 2018 - 13:21 WIB
Mengenal Penerjemah...
Mengenal Penerjemah Donald Trump dan Kim Jong-un
A A A
WASHINGTON - Saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengadakan pembicaraan bersejarah, kedua kepala negara itu tidak berada di ruangan sendirian. Seseorang harus menafsirkan perkataan lawan bicaranya masing-masing.

Terkait hal tersebut, tugas maha penting itu jatuh ke pegawai Departemen Luar Negeri Lee Yun-hyang, yang menafsirkan untuk Trump, dan Kim Ju-song, anggota Kementerian Luar Negeri Korut, yang melakukan hal yang sama untuk Kim Jong-un.

Sungguh pekerjaan penting yang mereka miliki. Menafsirkan perkataan seorang pejabat tinggi, terlebih ia adalah kepala negara, pada tingkat diplomatik dapat menjadi perbedaan antara menemukan kedamaian atau menyebabkan insiden internasional. Setiap kata yang diucapkan oleh pemimpin dunia harus ditafsirkan dan diteruskan ke yang lain dengan konteks dan nuansa yang tepat.

Berikut profil singkat kedua penerjemah tersebut seperti dikutip dari CNN, Rabu (13/6/2018).

Lee Yun-hyang (Penerjemah Presiden AS Donald Trump)

Yun-hyang selalu ingin menggunakan suaranya, tetapi tidak harus sebagai penerjemah. Menurut Korea Times, ia awalnya adalah seorang mahasiswa musik vokal di Korea Selatan (Korsel) yang memulai pekerjaan interpretasinya berkat seorang teman.

Ia juga mencoba tangannya untuk menjadi produser televisi, surat kabar Korea Selatan Chosun Ilbo melaporkan, tetapi permohonannya ditolak karena ia seorang wanita. Itu adalah momen klarifikasi untuk Yun-hyang, yang kemudian memutuskan untuk meninggalkan negara itu.

"Saya tidak dapat membesarkan anak perempuan saya di negara yang mendiskriminasikan perempuan," katanya kepada Chosun Ilbo.

Yun-hyang berakhir di California pada tahun 1996 di Institut Teknologi dan Pendidikan Monterey, di mana ia mengajar di program penerjemah dan interpretasi selama delapan tahun. Dari sana, ia bergabung dengan Departemen Luar Negeri selama beberapa tahun, sebelum kembali ke Korsel dan bekerja sebagai profesor di Ewha Womans University di Seoul. Dia kembali ke Departemen Luar Negeri AS pada tahun 2009.

Ia telah menjadi penerjemah untuk mantan Presiden Barack Obama dan George W. Bush serta kemudian Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Ia juga menjadi penerjemah bagi kontingen Korsel di Olimpiade Musim Dingin 2010 di Vancouver dan di Olimpiade 2008 di Beijing.

Kim Ju-song (Penerjemah Pemimpin Korut Kim Jong-un)

Tidak banyak yang diketahui tentang Kim Ju-song, penerjemah untuk pemimpin Korut Kim Jong-un. Dia berada di Gedung Putih awal bulan ini ketika pejabat Korut Kim Yong-chol bertemu dengan Trump, jadi dia mendapat awal yang baik dalam mencari tahu bagaimana cara memecahkan gaya bicara Trump.

Ia juga menerjemahkan untuk Kim Yong-chol ketika ia pergi ke Korsel untuk Olimpiade Musim Dingin pada bulan Februari, Chosun Ilbo melaporkan.

Kim Ju-song dilaporkan memiliki keahlian tingkat tinggi dalam bahasa Inggris.

"Meskipun ia tidak dilatih sebagai penerjemah profesional, ia diangkat karena kemampuan berbahasa Inggrisnya yang luar biasa," terang seorang pembelot yang dulunya seorang diplomat Korut memberi tahu Chosun Ilbo.
(esn)
Berita Terkait
Lewat Twitter, Trump...
Lewat Twitter, Trump Ngaku Senang Lihat Kim Jong Un Kembali dan Sehat
Kim Jong-un Kembali...
Kim Jong-un Kembali Tampil di Depan Publik, Trump Bungkam Seribu Bahasa
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Misteri Kesehatan Kim...
Misteri Kesehatan Kim Jong-un, Trump: Saya Tahu Keadaannya
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Klaim Kim Jong-un...
Trump Klaim Kim Jong-un Perlihatkan Kepala Paman usai Mengeksekusinya
Berita Terkini
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
32 menit yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
1 jam yang lalu
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
2 jam yang lalu
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
3 jam yang lalu
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
4 jam yang lalu
Infografis
Chronic Venous Insufficiency,...
Chronic Venous Insufficiency, Penyakit yang Diderita Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved