AS Tampar Rusia dengan Sanksi Baru

Selasa, 12 Juni 2018 - 09:30 WIB
AS Tampar Rusia dengan...
AS Tampar Rusia dengan Sanksi Baru
A A A
WASHINGTON - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi terhadap tiga individu Rusia dan lima perusahaan. AS mengatakan mereka telah bekerja dengan militer dan dinas intelijen Moskow tentang cara melakukan serangan dunia maya terhadap AS dan sekutunya.

"Amerika Serikat terlibat dalam upaya berkelanjutan untuk melawan aktor jahat yang bekerja atas perintah Federasi Rusia dan unit militer dan intelijennya untuk meningkatkan kemampuan cyber ofensif Rusia," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan.

"Badan-badan yang ditunjuk hari ini secara langsung telah berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan dunia maya dan bawah laut Rusia melalui kerja mereka dengan FSB dan oleh karena itu membahayakan keselamatan dan keamanan Amerika Serikat dan sekutu kami," imbuh Mnuchin, menggunakan akronim untuk Dinas Keamanan Federal Rusia seperti dilansir dari Reuters, Selasa (12/6/2018).

Departemen Keuangan mengatakan kegiatan merusak dan destabilisasi dunia maya Rusia termasuk NotPetya tahun lalu, yang tersebar di seluruh Eropa, Asia dan Amerika. Gedung Putih pada Februari lalu menyalahkan Rusia atas serangan itu, mengatakan tersebut menimbulkan kerugian miliaran dolar dan merupakan bagian dari upaya Kremlin untuk mengguncang Ukraina.

Departemen Keuangan AS mengatakan serangan itu juga termasuk serangan di jaringan energi AS dan pada router dan switch internet.

"Tindakan hari ini juga menargetkan kemampuan bawah laut pemerintah Rusia," katanya.

"Rusia telah aktif dalam melacak kabel komunikasi bawah laut, yang membawa sebagian besar data telekomunikasi dunia," sambungnya.

Perusahaan yang dijatuhi sanksi adalah adalah Keamanan Digital, ERPScan, Embedi, Lembaga Penelitian Ilmiah Kvant, dan Divetechnoservices.

Usaha Divetechnoservices meliputi desain, manufaktur, dan pasokan peralatan selam profesional, perusak dan pekerjaan bawah air, menurut situs webnya.

Sementara individu yang dijatuhi sanksi semuanya memiliki hubungan dengan Divetechnoservices: direktur umumnya, Aleksandr Lvovich Tribun; manajer programnya, Oleg Sergeyevich; dan Chirikov dan Vladimir Yakovlevich Kaganskiy, pemilik perusahaan.

Sanksi ini adalah yang terbaru untuk memukul badan intelijen Rusia. Pemerintahan Obama menjatuhi sanksi kepada FSB Rusia pada bulan Desember 2016, dengan alasan pelecehan agresif pemerintah Rusia terhadap pejabat AS dan operasi dunia maya yang ditujukan pada pemilihan presiden 2016.

Washington memberlakukan sanksi tambahan terhadap dinas intelijen pada Maret, ketika pemerintahan Presiden Donald Trump menampar sanksi terhadap 19 individu dan lima entitas.

Pada saat itu, pemerintah secara terbuka menyalahkan Moskow untuk pertama kalinya untuk kampanye serangan siber yang menargetkan jaringan listrik AS, termasuk fasilitas nuklir. Namun Rusia membantah mencoba meretas infrastruktur negara lain.

Trump telah menghadapi kritik keras di AS karena dianggap lunak untuk menjatuhkan hukuman kepada Rusia atas campur tangan pemilu dan tindakan lainnya. Penasihat Khusus Robert Mueller sedang menyelidiki apakah kampanye Trump bersekongkol dengan pemerintah Rusia. Trump telah berulang kali membantah ada kolusi dan Rusia mengatakan tidak ikut campur dalam pemilu AS.

Sanksi ini memblokir semua properti milik mereka yang dijatuhi sanksi yang berada pada yurisdiksi AS dan melarang warga Amerika terlibat dalam transaksi dengan mereka.

Moskow sendiri tidak segera berkomentar tentang sanksi baru tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
2 jam yang lalu
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
3 jam yang lalu
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
6 jam yang lalu
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
7 jam yang lalu
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved