Protes Anti-China Pecah di Vietnam, Beijing Peringatkan Warganya

Senin, 11 Juni 2018 - 17:32 WIB
Protes Anti-China Pecah...
Protes Anti-China Pecah di Vietnam, Beijing Peringatkan Warganya
A A A
HANOI - Pemerintah Beijing memperingatkan warganya di Vietnam untuk waspada setelah protes anti-China muncul di negara itu. Protes itu dipicu rancangan undang-undang tentang investasi asing untuk menciptakan zona ekonomi baru.

Lebih dari 100 pengunjuk rasa ditangkap dan puluhan polisi terluka dalam protes yang berujung bentrok di Vietnam pada hari Minggu. Beberapa demonstran menentang pemberlakukan zona ekonomi khusus yang ditakutkan akan didominasi oleh investor China.

Pemerintah China melalui kedutaannya di Hanoi mem-posting peringatan di situsnya yang ditujukan untuk warganya. Dalam peringatan itu, pemerintah merinci konten-konten anti-China yang disuarakan para pengunjuk rasa.

"Kedutaan China di Vietnam sangat memperhatikan perkembangan yang relevan dan mengingatkan warga China di Vietnam untuk memperhatikan keamanan ketika bepergian," bunyi peringatan tersebut, yang dikutip Reuters, Senin (11/6/2018).

Nguyen Thi Kim Ngan, pemimpin Majelis Nasional atau Parlemen, mengatakan para pengunjuk rasa kemungkinan telah salah memahami rancangan undang-undang yang telah disusun.

"Orang-orang harus tetap tenang, percaya pada keputusan partai dan negara, terutama dalam kenyataan bahwa Majelis Nasional selalu mendengarkan pendapat orang-orang ketika membahas RUU," kata Ngan.

Protes publik tidak jarang terjadi di Vietnam, namun serang diredam polisi dengan cepat.

Pada hari Minggu, para pengunjuk rasa di provinsi Binh Thuan melemparkan bom molotov dan batu bata ke polisi. Mereka juga merusak kantor pemerintah dan kendaraan yang ada.

Menurut surat kabar VnExpress, polisi menahan 102 pengunjuk rasa. Sedangkan puluhan polisi terluka dalam insiden hari Minggu.

Di Hanoi, polisi menahan lebih dari selusin pemrotes yang berbaris di jalan yang sibuk. Beberapa dari mereka membawa spanduk anti-China."Tidak ada sewa tanah ke China bahkan untuk satu hari," bunyi salah satu spanduk demonstran.
(mas)
Berita Terkait
5 Alasan Vietnam Diperebutkan...
5 Alasan Vietnam Diperebutkan AS dan China
Vietnam: Latihan Militer...
Vietnam: Latihan Militer Beijing Ganggu Negosiasi Kode Perilaku di LCS
Aksi China Picu Kemarahan...
Aksi China Picu Kemarahan Vietnam : Membahayakan Perdamaian
Usai Porak Porandakan...
Usai Porak Porandakan China, Topan Talim Hantam Vietnam
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Peringatkan China Kian Agresif Saat Pandemi
Inilah 5 Negara yang...
Inilah 5 Negara yang Klaim Laut China Selatan, China Terluas hingga Hampir 90%
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
33 menit yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
1 jam yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
1 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
2 jam yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
4 jam yang lalu
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved