Presiden Kenya Perintahkan Semua Pejabat Tinggi Ikut Tes Kebohongan

Minggu, 03 Juni 2018 - 09:27 WIB
Presiden Kenya Perintahkan...
Presiden Kenya Perintahkan Semua Pejabat Tinggi Ikut Tes Kebohongan
A A A
NAIROBI - Presiden Kenya Uhuru Kenyatta memerintahkan para pejabat pengadaan tingkat atas di kantor-kantor pemerintah untuk menjalani tes kebohongan. Ini dilakukan sebagai bagian dari pemberantasan korupsi menyusul serangkaian skandal.

Pengumuman Kenyatta pada hari Jumat ini terjadi setelah hampir USD 90 juta lenyap dari National Youth Service, sebuah lembaga pemerintah yang memberikan kesempatan pelatihan bagi kaum muda.

Kemudian muncul dugaan dana itu dicuri melalui faktur palsu untuk layanan yang tidak pernah diberikan. Puluhan orang telah ditangkap dan menghadapi tuduhan atas tuduhan pencurian.

Kenyatta mengatakan orang-orang yang menjalankan institusi pemerintah akan menjalani tes baru untuk menjaga ,mereka dari keegoisan dan keserakahan.

"Semua kepala pengadaan dan pencatatan di kementerian pemerintah, departemen, lembaga dan organisasi akan menjalani pemeriksaan baru termasuk pengujian polygraph, untuk menentukan integritas dan kesesuaian mereka," katanya seperti dikutip dari CNN, Minggu (3/6/2018).

Ia mengatakan hasil tes akan diketahui sebelum dimulainya tahun keuangan berikutnya, dan mereka yang gagal akan diskors. Tahun fiskal pemerintah Kenya sendiri akan dimulai pada bulan Juli.

"Anda akan mendengar tindakan keras lainnya di masa yang akan datang," tegas Kenyatta.

Salah satu kampanye Kenyatta ketika dia pertama kali terpilih untuk masa jabatan pertamanya di 2013 adalah berjanji menangani korupsi, tetapi lembaga pemerintah telah terlibat dalam beberapa skandal korupsi.

"Banyak yang takut pengadaan detektor-kebohongan itu sendiri akan memalukan! Korupsi ada di dalam DNA Kenya," Mohamed Yarrow tweeted.

Kenyatta mengakui korupsi merajalela, menggambarkannya sebagai salah satu tantangan utama yang dihadapi bangsa dan mendesak warga untuk bergabung dengannya dalam pertempuran.

"Sementara tantangannya mungkin terlihat besar karena cara korupsi telah mengakar di beberapa orang kita hari ini, kita harus menyatakan secara bersamaan bahwa korupsi dalam segala bentuknya akan berkurang dari negara kita," katanya.

Salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Afrika Timur itu telah memiliki serangkaian skandal korupsi dalam beberapa bulan terakhir.

Pada bulan Maret, auditor umum Kenya mengatakan kementerian kesehatan kehilangan USD 108 juta. Kasus ini menjadi perhatian utama bagi negara yang mendapat banyak dana dari donor internasional.
(ian)
Berita Terkait
Banjir Landa Kenya di...
Banjir Landa Kenya di Tengah Pandemi Corona, 194 Tewas
Gadis 12 Tahun di Kenya...
Gadis 12 Tahun di Kenya Menikah dengan 2 Pria dalam Sebulan
Somalia Putuskan Hubungan...
Somalia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Kenya
Pasukan Somalia-Kenya...
Pasukan Somalia-Kenya Baku Tembak di Perbatasan
Resahkan Warga dan Tidak...
Resahkan Warga dan Tidak Punya Dokumen Keimigrasian, 4 WNA asal Kenya Dideportasi
Perkuat Hubungan RI-Afrika,...
Perkuat Hubungan RI-Afrika, Ekspedisi Kurban BMH Sambangi Kenya
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
2 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
3 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
4 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
5 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
6 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
7 jam yang lalu
Infografis
Presiden Jokowi: ASN...
Presiden Jokowi: ASN Bukan Pejabat yang Minta Dilayani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved