Petinggi Korut Akan Bertemu Trump, Serahkan Surat Kim Jong-un

Jum'at, 01 Juni 2018 - 13:24 WIB
Petinggi Korut Akan...
Petinggi Korut Akan Bertemu Trump, Serahkan Surat Kim Jong-un
A A A
NEW YORK - Pembantu utama Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un akan melakukan kunjungan langka ke Washington untuk menyerahkan surat dari diktator muda itu ke Presiden Donald Trump. Hal itu dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo.

Pompeo menyampaikan hal itu setelah melaporkan pembicaraan dua sisi untuk menghidupkan kembali pertemuan puncak (KTT) nuklir kedua pemimpin masing-masing.

"Saya yakin kami bergerak ke arah yang benar," kata Pompeo kepada wartawan pada konferensi pers di New York setelah pertemuan dengan mantan kepala intelijen militer Korut Kim Yong-chol.

"Kedua negara kami menghadapi momen penting dalam hubungan kami, dan itu tidak akan menjadi tragis untuk membiarkan kesempatan ini sia-sia," imbuhnya seperti dikutip dari Time, Jumat (1/6/2018).

Dia tidak akan mengatakan bahwa KTT itu merupakan langkah pasti di Singapura pada 12 Juni mendatang. Ia pun tidak bisa mengatakan jika keputusan itu akan dibuat setelah Trump membaca surat dari Kim Jong-un. Namun, pernyataannya adalah yang paling positif dari pejabat AS lainnya sejak Trump secara tiba-tiba membatalkan pertemuan minggu lalu setelah pernyataan agresif dari Korut.

Kedua negara, diambang pertemuan puncak pertama antara AS dan Korut setelah enam dekade permusuhan, juga telah mengadakan perundingan di Singapura dan zona demiliterisasi antara kedua Korea.

Kim Yong-chol adalah pejabat tertinggi Korut pertama yang berkunjung ke AS dalam 18 tahun. Perjalanannya ke Gedung Putih akan menjadi tanda simbolis untuk meredakan ketegangan setelah kekhawatiran perang meningkat di tengah-tengah uji coba nuklir dan rudal Korut tahun lalu.

Pompeo, mantan kepala CIA yang telah melakukan perjalanan ke Korut dan bertemu dengan Kim Jong-un dua kali dalam dua bulan terakhir, mengatakan dia percaya para pemimpin negara itu telah merenungkan jalan ke depan di mana mereka dapat membuat perubahan strategis, salah satu yang negara mereka memiliki belum siap untuk dibuat sebelumnya.

"Kemajuan baik hari ini selama pertemuan kami dengan Kim dan timnya," cuitnya.

Meski begitu, dalam konferensi persnya, ia mengatakan bahwa pekerjaan sulit akan tetap ada termasuk rintangan yang mungkin tampak tidak dapat diatasi saat negosiasi berlangsung pada permintaan AS untuk denuklirisasi Korut yang komplet, dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah lagi.

"Kami akan mendorong untuk menguji proposisi bahwa kami dapat mencapai hasil itu," ujarnya.

Pompeo mengatakan mereka menyelesaikan semua yang mereka butuhkan untuk dialamatkan di sesi pagi. Segera sesudahnya, dia men-tweet bahwa dia telah melakukan pembicaraan substantif mengenai prioritas untuk KTT. Pompeo didampingi oleh Andrew Kim, kepala unit CIA yang ditugaskan untuk bekerja di Korut, dan Mark Lambert, kepala bagian Korea Departemen Luar Negeri.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Sebut Kim Jong-un...
Trump Sebut Kim Jong-un Mengaku Telah Bunuh Pamannya
Trump Buka Kemungkinan...
Trump Buka Kemungkinan Kembali Bertemu dengan Kim Jong-un
Soal Pertemuan dengan...
Soal Pertemuan dengan Trump, Ini Kata Adik Kim Jong-un
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Berita Terkini
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
55 menit yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
1 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
2 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
4 jam yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
5 jam yang lalu
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved