Assad: AS Coba Halangi Kami Menangi Perang Suriah
Kamis, 31 Mei 2018 - 20:46 WIB
Assad: AS Coba Halangi Kami Menangi Perang Suriah
A
A
A
DAMASKUS - Presiden Suriah. Bashar al-Assad menyatakan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah sekutunya terus mencoba menghalangi Suriah untuk bisa memenangkan perang yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.
Assad menyatakan, pihaknya percaya hampir memenangkan perang saudara yang berlangsung di Suriah, meskipun AS terus berupaya untuk menggagalkan kemenangan tersebut.
"Dengan setiap langkah maju yang didapat tentara Suriah, dan untuk proses politik, dan untuk seluruh situasi, musuh-musuh dan lawan kami, terutama Barat yang dipimpin oleh AS dan boneka mereka di Eropa, mereka mencoba untuk membuat upaya lebih jauh," ucap Assad.
"Upaya mereka termasuk dengan mendukung lebih banyak kelompok terorisme, membawa lebih banyak teroris ke Suriah, atau dengan menghambat proses politik," ucap Assad, seperti dilansir Russia Today pada Kamis (31/5).
Di kesempatan yang sama Assad menyatakan, Damaskus sebenarnya bisa menyelesaikan perang saudara ini dengan cepat, jika tanpa adanya campur tangan dari luar. Dia menyebut, tanpa adanya bantuan dan pendanaan dari luar, lawan-lawan Damaskus mungkin bisa ditaklukan dalam kurun waktu satu tahun.
Pemimpin Suriah itu kemudian mengatakan, dengan kemajuan yang didapat tentara Suriah di lapangan, Washington sudah mulai kehilangan opsi untuk terus mempertahankan posisinya.
"Dengan (habisnya opsi) ini, AS mungkin bisa ditarik ke meja perundingan. Tantangan kami adalah bagaimana kami dapat menutup kesenjangan antara rencana mereka dan rencana kami," ucapnya.
Assad menyatakan, pihaknya percaya hampir memenangkan perang saudara yang berlangsung di Suriah, meskipun AS terus berupaya untuk menggagalkan kemenangan tersebut.
"Dengan setiap langkah maju yang didapat tentara Suriah, dan untuk proses politik, dan untuk seluruh situasi, musuh-musuh dan lawan kami, terutama Barat yang dipimpin oleh AS dan boneka mereka di Eropa, mereka mencoba untuk membuat upaya lebih jauh," ucap Assad.
"Upaya mereka termasuk dengan mendukung lebih banyak kelompok terorisme, membawa lebih banyak teroris ke Suriah, atau dengan menghambat proses politik," ucap Assad, seperti dilansir Russia Today pada Kamis (31/5).
Di kesempatan yang sama Assad menyatakan, Damaskus sebenarnya bisa menyelesaikan perang saudara ini dengan cepat, jika tanpa adanya campur tangan dari luar. Dia menyebut, tanpa adanya bantuan dan pendanaan dari luar, lawan-lawan Damaskus mungkin bisa ditaklukan dalam kurun waktu satu tahun.
Pemimpin Suriah itu kemudian mengatakan, dengan kemajuan yang didapat tentara Suriah di lapangan, Washington sudah mulai kehilangan opsi untuk terus mempertahankan posisinya.
"Dengan (habisnya opsi) ini, AS mungkin bisa ditarik ke meja perundingan. Tantangan kami adalah bagaimana kami dapat menutup kesenjangan antara rencana mereka dan rencana kami," ucapnya.
(esn)