Pentagon Sebut Rudal Hipersonik Rusia dan China Ancaman Menyeramkan

Kamis, 31 Mei 2018 - 01:03 WIB
Pentagon Sebut Rudal...
Pentagon Sebut Rudal Hipersonik Rusia dan China Ancaman Menyeramkan
A A A
LONDON - Kepala kebijakan nuklir Pentagon memperingatkan bahwa rudal hipersonik dari Rusia dan China merupakan ancaman menyeramkan di depan mata Amerika Serikat (AS). Senjata itu dianggap bisa memengaruhi Washington menjadi lebih buruk.

Direktur Kebijakan Nuklir Kantor Kementerian Pertahanan AS, Brad Clark, mengatakan bahwa meningkatnya kecanggihan rudal yang dimiliki oleh negara-negara bersenjata nuklir yang bermusuhan merupakan penyebab kekhawatiran di Washington.

Menurut Clarck, Pentagon khawatir tentang rudal jelajah komputer dan rudal hipersonik yang dapat mencapai kecepatan Mach 5 atau 3.500 mph.

Kekhawatiran Clark disampaikan saat dia membahas pendekatan administrasi Trump untuk pertahanan rudal di dalam dan di luar negeri dalam RUSI Missile Defence Conference di London, Rabu (30/5/2018).

Departemen Pertahanan AS diperkirakan akan merilis Ballistic Missile Defence Review (BMDR) akhir tahun ini. Dokumen itu diharapkan akan menguraikan rencana Trump untuk postur pertahanan rudal di daratan AS dan di seluruh dunia.

"BMRD masih kosong, dan akan dikeluarkan ketika dikeluarkan," kata Clark kepada audiensi akademisi dan pembuat kebijakan, yang dilansir Daily Star.

Menurut Clark, sejak 2010—tahun perilisan BMDR selama masa pemerintahan Barack Obama sebagai Presiden AS—ancaman rudal yang dihadapi AS telah memburuk. "Seiring waktu, hal-hal yang kami khawatirkan pada tahun 2010 memburuk," ujarnya.

"Kami tidak dapat mencapai dialog yang berarti dengan Rusia atau China," kata Clark.

"Kedua kapasitas dalam hal jumlah rudal dan kemampuan rudal, tidak hanya sekarang tetapi melihat ke masa depan, yang memengaruhi Amerika Serikat menjadi memburuk," imbuh Clark.

"Pemerintahan Obama memang beradaptasi dengan perubahan tersebut dengan mempromosikan peningkatan kemampuan regional. Jadi dari situlah administrasi Trump masuk."

Clark menyatakan AS telah difokuskan pada pertahanan rudal regional dengan perhatian khusus terhadap negara-negara "jahat", yaitu Iran dan Korea Utara, yang rudal balistik antarbenua (ICMB) dianggap mampu mencapai daratan AS.

Meskipun ada jaminan dari Washington, penyebaran sistem rudal AS ke negara-negara sekutu, termasuk Korea Selatan, Jepang dan Polandia, dilihat sebagai upaya untuk mengganggu keseimbangan strategis oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
(mas)
Berita Terkait
Alasan BRICS Ditakuti...
Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
China Blak-blakan Ungkap...
China Blak-blakan Ungkap Tujuan Amerika Serikat di Ukraina
Putin Tegaskan China...
Putin Tegaskan China Segera Mengakhiri Dominasi Amerika Serikat
China: Amerika Serikat...
China: Amerika Serikat Ancaman Nuklir Utama di Dunia!
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Amerika Serikat Menentang...
Amerika Serikat Menentang Keras Gencatan Senjata Ukraina dan Rusia
Berita Terkini
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
25 menit yang lalu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
46 menit yang lalu
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
1 jam yang lalu
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
1 jam yang lalu
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 jam yang lalu
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
2 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved