Taiwan Kehilangan Aliansi Burkina Faso

Jum'at, 25 Mei 2018 - 10:06 WIB
Taiwan Kehilangan Aliansi...
Taiwan Kehilangan Aliansi Burkina Faso
A A A
OUAGADOUGOU - Taiwan kehilangan aliansi diplomatik kedua dalam waktu kurang sebulan, kemarin, setelah Burkina Faso memutus hubungan dengan pulau itu.

Pemutusan hubungan diplomatik itu terjadi saat China terus menekan negara-negara Afrika agar tidak mengakui Taiwan. Beijing selama ini menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsinya yang akan disatukan lagi, jika perlu dengan kekuatan.

Kini satu-satunya aliansi diplomatik Taiwan di Afrika adalah kerajaan Swaziland. Taiwan hanya memiliki hubungan diplomatik resmi dengan 18 negara yang sebagian besar merupakan bangsa-bangsa miskin di Amerika Tengah dan Pasifik seperti Belize dan Nauru.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Burkina tidak secara langsung menyebut China tapi menyatakan, “Evolusi dunia dan tantangan sosio-ekonomi negara dan kawasan kita mendorong kami mempertimbangkan ulang posisi kami.”

Saat berbicara dalam konferensi pers di Taipei, Menteri Luar Negeri (Menlu) Taiwan Joseph Wu menyatakan dia mengajukan pengunduran diri pada Presiden Tsai Ing-wen. Wu menyesalkan keputusan Burkina dan menambahkan, Taiwan tidak dapat berkompetisi dengan sumber daya keuangan China.

Taiwan menuduh China membujuk aliansi Taipei agar menjauhi Taiwan dengan imbalan paket bantuan melimpah. Beijing menyangkal tuduhan itu dan menyatakan Taiwan adalah bagian dari China yang tidak memiliki hak untuk hubungan diplomatik resmi dengan negara lain manapun.

Belum ada komentar dari Kemlu China. Kantor berita Xinhua hanya melaporkan kabar dari Burkina Faso tanpa memberi reaksi Beijing atas langkah tersebut.

Taiwan menjadi isu wilayah paling sensitif bagi China. Permusuhan Beijing pada Taiwan meningkat sejak Tsai Ing-wen terpilih sebagai presiden. Beijing khawatir Tsai ingin mendorong kemerdekaan Taiwan secara resmi yang menjadi garis merah bagi China. Tsai menyatakan dia ingin menjaga status quo.

China merupakan mitra datang terbesar Afrika. Beijing memiliki investasi besar dalam pertambangan, konstruksi dan perbankan, meski kurang aktif di Burkina. China menggelar konferensi tingkat tinggi para pemimpin Afrika pada September di Beijing untuk menawarkan janji-janji baru bantuan dan pinjaman.

Pada Maret, China menyatakan ingin aliansi Taiwan meninggalkan Taipei untuk mengakui kebijakan satu China. Burkina menjadi negara kelima yang memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan sejak Tsai menjabat, setelah Republik Dominika, Gambia, Sao Tome dan Principe, serta Panama.

Vatikan kemungkinan akan mengikuti langkah tersebut karena Takhta Suci dan China semakin mendekat untuk pemilihan para uskup di sana. Taipei menyatakan Republik China yang merupakan nama resmi Taiwan merupakan negara berdaulat yang memiliki hak mengembangkan hubungan dengan negara-negara lain.

Beberapa negara telah berganti-ganti dukungan antara Beijing dan Taipei beberapa kali. Ini kedua kalinya Burkina Faso memutus hubungan dengan Taiwan. Burkina pernah melakukannya pada 1973, sebelum kembali menjalin hubungan dengan Taipei pada 1994.

Sementara, retailer Jepang, Muji, didenda USD31.300 di Shanghai karena menggunakan kemasan yang berisi daftar Taiwan sebagai negara. Ini menandai kedua kalinya Muji terkena kritik dari China tahun ini. Muji menjadi salah satu dari beberapa perusahaan asing termasuk Delta Air Lines dan Marriott International Inc yang meminta maaf atas aksi serupa.

“Muji merupakan milik Ryohin Keikaku Co yang mengimpor 119 hanger pakaian dari Jepang tahun lalu dalam kemasan yang menyebut Taiwan sebagai negara asal,” ungkap Badan Industri dan Perdagangan Shanghai.

Kemasan Muji melanggar aturan iklan China yang memperingatkan agar tidak merusak kepentingan dan martabat China. “Mereka tidak melakukan kewajiban pengawasan dengan baik sehingga mengakibatkan barang-barang itu masuk ke pasar untuk dijual,” papar regulator China tersebut.

Muji sejak saat itu telah mengubah kemasan dan membuat perbaikan. Juru bicara Ryohin Keikaku di Tokyo mengonfirmasi denda itu dan menyatakan perusahaan akan melakukan berbagai upaya untuk melaksanakan regulasi.(Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Update Gempa Taiwan:...
Update Gempa Taiwan: 4 Orang tewas, 711 Terluka
Tri-Mountain Multiple...
Tri-Mountain Multiple Surprise Hadirkan Destinasi Slow Travel di Taiwan
Jelang Libur Imlek,...
Jelang Libur Imlek, Pasukan Militer Taiwan Pamer Kesiapan Tempur
Promosikan Pariwisata,...
Promosikan Pariwisata, Taiwan Hadirkan #KejarMobilTaiwan di Indonesia
Hadapi Militer China,...
Hadapi Militer China, Taiwan Mulai Pembangunan Kapal Selam Baru
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Berita Terkini
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
18 menit yang lalu
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
1 jam yang lalu
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
2 jam yang lalu
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
6 jam yang lalu
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
7 jam yang lalu
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved