Mirip di Kuba, 'Insiden Suara Misterius' Serang Warga AS di China

Rabu, 23 Mei 2018 - 23:24 WIB
Mirip di Kuba, Insiden...
Mirip di Kuba, 'Insiden Suara Misterius' Serang Warga AS di China
A A A
BEIJING - Kedutaan Amerika Serikat (AS) di China mengeluarkan peringatan kesehatan setelah seorang pegawai pemerintah menderita cedera otak pasca mengalami serangan suara tidak normal. Insiden ini mengingatkan pada penyakit misterius yang melanda para diplomat AS di Kuba.

Baca: AS Usir Dua Diplomat Kuba karena 'Insiden Misterius'

"Pihak berwenang AS dan China sedang menyelidiki masalah ini setelah karyawan, yang ditugaskan ke kota selatan Guangzhou, didiagnosis menderita cedera otak traumatis ringan (MTBI)," kata juru bicara kedutaan AS Jinnie Lee seperti dikutip dari AFP, Rabu (23/5/2018).

Lee mengatakan karyawan tersebut mengalami berbagai gejala fisik antara akhir 2017 hingga April 2018. Ia kemudian dikirim ke AS dan didiagnosis menderita MTBI pada 18 Mei.

"Departemen (Luar Neger) menyikapi insiden ini dengan sangat serius dan bekerja untuk menentukan penyebab dan dampak dari insiden itu," kata Lee.

"Pemerintah China telah meyakinkan kami bahwa mereka juga sedang menyelidiki dan mengambil tindakan yang tepat," imbuhnya.

Dalam peringatan yang dikirimkan ke warga AS di China, kedutaan mengatakan tidak tahu apa yang menyebabkan gejala atau situasi serupa di negara itu.

Peringatan kesehatan kedutaan mengatakan pegawai pemerintah baru-baru ini melaporkan sensasi suara dan tekanan yang halus dan kabur, tetapi tidak normal.

"Pemerintah AS menyikapi laporan ini dengan serius dan telah memberi tahu staf resminya di China tentang peristiwa ini," bunyi pesan tersebut.

"Sementara di China, jika Anda mengalami fenomena pendengaran atau sensorik akut yang tidak biasa disertai dengan suara yang tidak biasa atau suara menusuk, jangan mencoba untuk mencari sumbernya. Sebaliknya, pindah ke lokasi di mana suara tidak ada," sambung pesan yang dikeluarkan Kedubes AS, mendesak orang-orang dengan masalah medis untuk berkonsultasi dengan dokter.

Di Kuba tahun lalu, AS mengungkapkan bahwa 24 diplomat dan anggota keluarga mereka telah menjadi korban serangan misterius yang belum terpecahkan yang membuat mereka menderita luka yang menyerupai trauma otak. Sepuluh diplomat Kanada dan keluarga mereka juga menderita penyakit aneh.

"Kami sampai saat ini tidak dapat menghubungkannya dengan apa yang terjadi di Havana, tetapi kami sedang menyelidiki semua kemungkinan," kata seorang pejabat kedutaan AS di Beijing kepada AFP mengenai kondisi tersebut.

Seorang dokter Departemen Luar Negeri kepada Senat AS pada bulan Januari mengatakan di Kuba, diplomat AS yang menjadi korban telah mengkorelasikan gejala awal yang mereka derita dengan suara yang tidak biasa atau sensasi pendengaran.

Charles Rosenfarb, seorang dokter dan direktur biro pelayanan medis Departemen Luar Negeri, mengatakan gejala-gejala itu bercampur tetapi konsisten dengan trauma otak.

Para korban menderita sakit kepala, kehilangan pendengaran, disorientasi dan hilangnya kemampuan kognitif.

Awalnya para pejabat menduga para korban telah menjadi sasaran oleh semacam senjata akustik, meskipun pejabat senior publik lebih berhati-hati, berbicara tentang serangan kesehatan. Laporan media menyatakan bahwa FBI belum dapat memverifikasi bukti apa pun untuk mendukung teori senjata sonik.

Pemerintah AS telah menganggap Kuba bertanggung jawab, dengan alasan bahwa negara otoriter Raul Castro harus menangkap pelaku penyerangan atau setidaknya mengetahui siapa yang berada di belakang mereka.
(ian)
Berita Terkait
China Memata-matai Amerika...
China Memata-matai Amerika Serikat dari Kuba, Ini Reaksi Biden
AS Masih Selidiki Penyebab...
AS Masih Selidiki Penyebab Penyakit Misterius Sindrom Havana
China Dukung Kuba di...
China Dukung Kuba di Tengah Ancaman Serangan AS
Kuba Tepis Laporan China...
Kuba Tepis Laporan China Bangun Pangkalan Mata-mata Rahasia
Dilaporkan Bangun Pangkalan...
Dilaporkan Bangun Pangkalan Mata-mata Rahasia di Kuba, China Semprot AS
6 Fakta Terkait Kuba,...
6 Fakta Terkait Kuba, Negara yang Diduga Menjadi Tempat China Memata-matai AS
Berita Terkini
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
35 menit yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
1 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
2 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
2 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
3 jam yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
5 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved