Mike Pence: Trump Tak akan Ragu Batalkan Pertemuan dengan Jong-un
Selasa, 22 Mei 2018 - 19:37 WIB
Mike Pence: Trump Tak akan Ragu Batalkan Pertemuan dengan Jong-un
A
A
A
WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Michael Pence menyatakan bahwa Donald Trump tidak akan ragu untuk membatalkan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un. Trump dan Jong-un dijadwalkan bertemu di Singapura pada Juni mendatang.
Berbicara saat melakukan wawancara dengan Fox News, Pence mengatakan, seharusnya tidak berusaha mencari konsesi dari AS untuk janji-janji yang tidak ingin mereka pertahankan.
"Ini akan menjadi kesalahan besar bagi Kim Jong-un untuk berpikir bisa mempermaikan Donald Trump," kata Pence dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Channel News Asia pada Selasa (22/5).
Ketika ditanya apakah Trump masih bisa berjalan menjauh dari pertemuan yang dijadwalkan pada 12 Juni di Singapura, Pence menyatakan itu bisa saja. "Ya, tentu saja, tidak perlu dipertanyakan lagi," ucapnya.
Di tengah semakin dekatnya pertemuan itu, hubungan AS dan Korut sendiri memang semakin menjauh. Korut mengeluhkan sikap AS yang terus mendesak mereka untuk melakukan denuklirisasi dan menegaskan bahwa pembicaraan dengan Trump harus mencakup banyak isu.
Pyongyang mengancam akan membatalkan pertemuan jika AS tidak berhenti mendesak mereka dan mengubah topik pembicaaan menjadi lebih inklusif.
Berbicara saat melakukan wawancara dengan Fox News, Pence mengatakan, seharusnya tidak berusaha mencari konsesi dari AS untuk janji-janji yang tidak ingin mereka pertahankan.
"Ini akan menjadi kesalahan besar bagi Kim Jong-un untuk berpikir bisa mempermaikan Donald Trump," kata Pence dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Channel News Asia pada Selasa (22/5).
Ketika ditanya apakah Trump masih bisa berjalan menjauh dari pertemuan yang dijadwalkan pada 12 Juni di Singapura, Pence menyatakan itu bisa saja. "Ya, tentu saja, tidak perlu dipertanyakan lagi," ucapnya.
Di tengah semakin dekatnya pertemuan itu, hubungan AS dan Korut sendiri memang semakin menjauh. Korut mengeluhkan sikap AS yang terus mendesak mereka untuk melakukan denuklirisasi dan menegaskan bahwa pembicaraan dengan Trump harus mencakup banyak isu.
Pyongyang mengancam akan membatalkan pertemuan jika AS tidak berhenti mendesak mereka dan mengubah topik pembicaaan menjadi lebih inklusif.
(esn)