Seorang Warga Terluka Akibat Cipratan Lava

Senin, 21 Mei 2018 - 13:26 WIB
Seorang Warga Terluka...
Seorang Warga Terluka Akibat Cipratan Lava
A A A
PAHOA - Seorang warga Hawaii mengalami luka serius akibat letusan terbaru gunung Kilauea. Warga itu menjadi korban pertama yang dilaporkan karena aktivitas vulkanik itu. Aliran lava juga mengancam menghalangi jalan utama Hawaii yang menjadi rute pengungsian warga pesisir pada Sabtu (19/5).

“Seorang pemilik rumah di Noni Farms Road yang duduk di balkon lantai ketiga terkena cipratan lava. Lava itu mengenai bagian kakinya dan melukai semua yang terkena lava itu,” ujar Janet Snyder, juru bicara Kantor Walikota Hawaii, dikutip kantor berita Reuters kemarin.

Snyder menjelaskan, “Cipratan lava dapat mencapai sebesar lemari es dan bahkan cipratan kecil dapat membunuh seseorang.”

Saat magma menghancurkan lima rumah lagi, batuan cair dari dua retakan besar bergabung menjadi satu aliran mengancam menutupi rute pengungsian. “Batuan cair itu diperkirakan mencapai jalan Highway 137 jika bergerak dengan kecepatan dan arah yang sama,” ungkap pernyataan Badan Pertahanan Sipil Hawaii.

“Otoritas mencoba membuka jalan yang tertutup lava pada 2014 sebagai rute evakuasi alternatif jika Highway 137 atau Highway 130 tertutup lava,” ujar Jessica Ferracane dari Badan Taman Nasional.

Badan Taman Nasional berupaya meratakan satu mil lava yang telah mengeras yang berada di Highway 11 yang tak dapat dilintasi.

Garda Nasional Hawaii memperingatkan evakuasi harus dilakukan jika ada lebih banyak jalan yang tertutup lava.

Selama beberapa pekan, para pakar geologi memperingatkan magma panas dari puncak Kilauea akan bergerak di bawah tanah dan muncul sekitar 25 mil ke timur di distrik Puna, di mana lava telah menghancurkan 44 rumah dan struktur lain. “Puncak magma telah tiba,” papar pakar dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) Wendy Stovall saat konferensi pers.

“Ada lebih banyak material yang keluar dari tanah dan itu memproduksi aliran yang jauh lebih banyak,” ungkap dia. Lava setinggi 20 kaki terlihat pada Sabtu (19/5).

Geologis operasional di Otoritas Gunung Berapi Hawaii Carolyn Pearcheta menjelaskan, lava yang lebih panas sedang bergerak, dengan semburan setinggi 600 kaki akan terjadi seperti saat letusan 1955. “Kita telah melihat sistem pembersihan. Kita menyebut itu fase pembersihan kerongkongan,” ujar dia.

Di puncak gunung, letusan besar lain terjadi sekitar dini hari kemarin, mengirim awan debu setinggi hampir 10.000 kaki, menurut Pengawas Gunung Berapi Hawaii. Terjadi letusan lain sekitar pukul 4 sore.

Para pakar memperkirakan terjadi serangkaian letusan dari Kilauea, salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Letusan itu dapat menyebarkan debu dan awan vulkanik di penjuru Big Island, Hawaii. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Cegah Astronot Mudah...
Cegah Astronot Mudah Sakit Cumi-cumi Hawai Dikirim ke Luar Angkasa
Sensasi Hawai Ada di...
Sensasi Hawai Ada di Tiki Taka Bar Summarecon Mall Serpong
Menikmati Sore Hari...
Menikmati Sore Hari di Lapangan Hawai Beji
Bikin Nagih, Kesegaran...
Bikin Nagih, Kesegaran Es Jagung Hawai
Sebelum Jatuh ke Laut,...
Sebelum Jatuh ke Laut, UFO Warna Biru Terekam Kamera Melayang di Atas Hawai
Erupsi Gunung Kilauea...
Erupsi Gunung Kilauea di Hawai Menjadi Daya Tarik Warga
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
1 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
2 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
3 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
4 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
5 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
6 jam yang lalu
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved